Nadiem Buka Sekolah Tatap Muka Mulai Januari 2021, Ini Kata Orangtua Siswa
Reuters/Yonhap
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Mendikbud Nadiem Makarim mengizinkan sekolah melakukan pembelajaran tatap muka tergantung keputusan Pemda masing-masing, tanpa terlalu memerhatikan peta zonasi risiko, mulai Januari 2021.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) membuat banyak sekolah di Indonesia terpaksa menerapkan pembelajaran jarak jauh untuk mengantisipasi potensi penularan. Namun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah memutuskan untuk mengizinkan sekolah tatap muka mulai Januari 2021.

Keputusan Nadiem tersebut lantas dipertanyakan oleh sejumlah orangtua siswa. Salah satu orangtua siswa SMA di Jakarta Selatan yang bernama Rulyanti mengaku tak akan mengizinkan anaknya sekolah meski pembelajaran tatap muka sudah dibuka Januari 2021.

"Kalau risiko emang dia mau jamin? Aku pasti lihat dulu kondisi di sekolah," tutur Rulyanti yang anaknya duduk di bangku kelas X SMA tersebut, dilansir CNN Indonesia pada Sabtu (21/11). "Bisa dijamin enggak Pemda itu, kalau terjadi sesuatu dia mau jamin enggak?"

Kekhawatiran Rulyanti salah satunya disebabkan oleh sang anak yang memiliki penyakit di organ pernapasan, sehingga ia dinilai lebih rentan terinfeksi virus. Selain itu, Rulyanti juga tidak percaya kegiatan di sekolah bisa berjalan aman dan mematuhi protokol kesehatan dengan ketat.

"Kalau ada vaksin juga tetap tergantung anaknya mau divaksin apa enggak," jelasnya. "Karena anaknya sudah besar, jadi enggak bisa dipaksa. Kalau sudah vaksin baru boleh sekolah."


Lebih lanjut, Rulyanti mengungkapkan bahwa ia sering membaca pemberitaan mengenai vaksin. Menurutnya, banyak berita yang menggambarkan orang yang mengalami efek samping ketika menjadi peserta uji coba vaksin dan membuatnya khawatir.

"Takutnya abis divaksin anak ku kejang-kejang, atau gimana lah. Anak ku cuma satu, enggak bisa diganti," tegasnya. "Pokoknya kalau udah soal anak, orangtua itu enggak mau risiko lah."

Hal senada juga diungkapkan oleh orangtua siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Cinere, Depok. Wanita bernama Soraya tersebut menilai situasi pandemi COVID-19 di Tanah Air belum memungkinkan untuk melakuan pembelajaran tatap muka, terutama untuk siswa PAUD dan SD.

"Jangan karena orang sudah capek, bosen, kelamaan terus dilonggarin. China saja waktu itu turun (kasusnya) boleh sekolah, kerja, terus sekarang fase dua," kata Soraya. "Indonesia fase satu saja belum turun-turun."

Soraya sendiri mengaku lelah dengan PJJ karena ia harus mendampingi sang anak sekolah sembari bekerja dari rumah. Meski demikian, Soraya tak lantas ingin terburu-buru membuat anaknya masuk ke sekolah, apalagi anaknya masih berusia 4 tahun.

"Sekolah jam setengah sembilan, setengah 10. Kerjaan ya aku hold dulu. Laptop dua depan muka," tuturnya. "Tapi fokus ke anak. Kalau meeting jam segitu, udah anak lari-lari enggak fokus sekolah."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts