KBM Tatap Muka Boleh Digelar, Satgas Ingatkan Institusi Pendidikan Berpotensi Jadi Klaster COVID-19
Reuters
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan jika meskipun sekolah tatap muka mulai dibuka tahun depan, kegiatan belajar mengajar tidak dapat digelar secara instan seperti sedia kala

WowKeren - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah memberi lampu hijau bagi Pemda terkait pembukaan sekolah tatap muka. Tentu saja, kebijakan ini menuai sorotan.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan jika meskipun sekolah tatap muka mulai dibuka tahun depan, kegiatan belajar mengajar tidak dapat digelar secara instan seperti sedia kala.

"Kegiatan belajar mengajar tatap muka yang akan mulai dilakukan tahun depan," kata Wiku, Selasa (24/11). "Tidak berarti kegiatan belajar mengajar akan berlangsung seperti sedia kala secara instan."


Selain itu, institusi pendidikan juga berpotensi menjadi klaster corona. Hal ini bisa saja terjadi jika kegiatan belajar tersebut tak dibarengi dengan penerapan protokol pencegahan COVID-19 yang ketat. "Perlu diingat, instansi pendidikan dapat menjadi salah satu klaster penularan COVID-19 apabila aktivitasnya tidak berpedoman pada protokol kesehatan," tutur dia.

Untuk bisa menggelar kegiatan pembelajaran secara tatap muka, maka ada sejumlah syarat khusus yang harus dipatuhi. Syaratnya mulai dari ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer dan disinfektan. Selain itu, sekolah juga harus memiliki akses ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Sekolah juga harus memastikan agar murid mereka menggunakan masker dan menyiapkan alat pengukur suhu. Tak cukup sampai di situ, sekolah juga harus memiliki pemetaan seluruh elemen sekolah yang mencakup kondisi kesehatan atau riwayat komorbid, risiko perjalanan pulang pergi. "Kemudian juga persetujuan komite sekolah atau perwakilan orang tua atau wali," ujar Wiku.

Tentu saja, sebelum sekolah benar-benar akan menggelar kegiatan belajar tatap muka maka harus melakukan simulasi terlebih dahulu. Menurut Wiku, 1,5 bulan merupakan waktu yang cukup untuk berlatih.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts