Begini Nasib Sekolah Tatap Muka Usai Jakarta Pecah Rekor Kasus Harian Corona
Reuters
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Ahmad Riza Patria mengungkap kelanjutan rencana pembukaan sekolah yang diizinkan mulai tahun depan, padahal DKI Jakarta baru saja 'panen besar' kasus positif COVID-19.

WowKeren - DKI Jakarta sempat memecahkan rekor terkait penambahan jumlah kasus positif COVID-19 dalam sehari yang hampir mencapai 1.600 orang. Dan di tengah situasi itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membuka opsi untuk menerapkan kembali sekolah tatap muka di bawah kewenangan pemerintah daerah pada Januari 2021.

Lantas bagaimana sekolah di Ibu Kota yang tengah dibayang-bayangi dengan ledakan jumlah kasus seperti ini? Ditegaskan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan pihaknya tak akan terburu-buru memberlakukan pembelajaran tatap muka.

Riza menegaskan enggan sekolah menjadi klaster COVID-19 baru. Apalagi karena sekolah akan didatangi oleh individu usia produktif yang berpotensi menjadi pasien COVID-19 tanpa gejala.

"Kita kita tidak ingin seperti negara-negara lain, yang pada masa pandemi ini akhirnya membuka sekolah ternyata terjadi klaster baru, akhirnya ditutup kembali. Nah kita tidak ingin," ujar Riza di DPRD DKI Jakarta, Rabu (25/11). "Jadi dalam ambil kebijakan tentu Pemprov, kami, semua, sangat hati-hati."


Apalagi berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19, seluruh wilayah Jakarta saat ini masih masuk zona oranye alias berisiko sedang terkait penyebaran COVID-19. Hanya Kepulauan Seribu yang sudah masuk zona kuning.

Karena itulah ada banyak pertimbangan mengapa sekolah tatap muka mungkin tak akan diterapkan mulai Januari 2021 mendatang. Selain perkara persebaran virus Corona yang masih tinggi di Jakarta, belum tentu semua orang tua dan wali murid mengizinkan anaknya kembali ke sekolah.

Riza memastikan kebijakan pembukaan sekolah selama pandemi COVID-19 harus dengan persetujuan orang tua. "Jadi kalaupun kami memperbolehkan tatap muka, orang tua punya hak untuk tidak mengirimkan anaknya sekolah," tegas Riza, dilansir dari Kumparan.

Lantas kapan kebijakan soal sekolah tatap muka akan diungkap? Disampaikan Riza, saat ini Pemprov DKI masih mengkaji pertimbangan para epidemiolog, ahli pendidikan, dan psikolog. Selain itu saat ini Jakarta pun masih masuk masa PSBB transisi sehingga keputusan belum akan disampaikan dalam waktu dekat.

"Kita akan lihat perkembangan dalam 1-2 minggu, 1-2 bulan ini, nanti kita akan putuskan yang terbaik," pungkas Riza. "Pastinya keselamatan siswa, warga Jakarta yang jadi keutamaan kita."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts