Ini 4 Provinsi Indonesia Paling Terdampak   Corona Pasca Libur Panjang
Nasional

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah, mengungkapkan terdapat 4 provinsi yang paling banyak terdampak kasus corona pasca libur panjang Oktober-November lalu.

WowKeren - Tiga momen libur panjang di Indonesia berkontribusi pada peningkatan kasus virus corona (COVID-19). Yakni momen Idul Fitri pada Mei 2020, libur panjang HUT RI dan Tahun Baru Islam pada Agustus 2020, serta libur Maulid Nabi pada akhir Oktober hingga awal November 2020 lalu.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah, mengungkapkan terdapat 4 provinsi yang paling banyak terdampak kasus corona pasca libur panjang Oktober-November lalu. Yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

"DKI Jakarta konsisten naik. Jawa Tengah sempat naik, turun, dan naik lagi. Jawa Barat peningkatan, Jawa Timur peningkatan," jelas Dewi dalam diskusi yang ditayangkan di kanal YouTube BNPB Indonesia, Rabu (16/12). "Setelah libur panjang ini lumayan kita melihat ada kenaikan-kenaikan yang angka sebelum liburan tidak sampai setinggi itu."

Menurut Dewi, lonjakan kasus COVID-19 pasca libur panjang memang terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sebagai contoh, masyarakat DKI Jakarta banyak bepergian ke luar daerah dengan tujuan tertinggi di Jateng, Jabar, dan Jatim.

"Setelah mereka berpindah liburan balik lagi ke DKI Jakarta, terjadi peningkatan klaster keluarga di DKI," papar Dewi. "Yang bisa jadi ada hubungannya terkait orang bepergian, terinfeksi, dan kembali lagi."


Selain meningkatkan kasus corona, libur panjang juga berefek pada meningkatnya keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) bagi pasien COVID- 19. BOR di DKI berada di kisaran 60 persen sebelum masa libur panjang.

"Kemudian naik terus 65 persen ke 69 persen, 72 persen, dan terakhir 14 Desember BOR sampai 73 persen," ungkap Dewi. "Terjadi kenaikan 13 persen setelah periode libur panjang."

BOR di Jabar justru meningkat pesat, dari kisaran 55 persen naik menjadi 75 persen pasca libur panjang. Sedangkan di Jateng, BOR-nya naik sebesar 14 persen dari sebelum masa libur panjang.

"Terakhir di Jawa Timur, ini menarik karena grafiknya tajam naik ke atas setelah libur panjang. Meskipun secara proporsi akhir karena jumlahnya juga banyak, masih di bawah 70 persen, di angka 63 persen," jelas Dewi. "Tapi kenaikannya paling tinggi. Kalau tadi (naik) 13 persen, 20 persen, ini naiknya sampai 24 persen."

Oleh sebab itu, Dewi mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Satgas daerah untuk memaksimalkan keterpakaian tempat tidur, baik untuk isolasi maupun ICU. Dengan demikian, tingkat keterpakaian tempat tidur pasien COVID-19 bisa di bawah 70 persen.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait