Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengikuti anjuran pemerintah yang mewajibkan pendatang untuk melakukan rapid test antigen sebagai syarat utama menikmati masa libur Natal dan Tahun Baru di wilayah Jateng.
- Nidya Putri
- Kamis, 17 Desember 2020 - 09:14 WIB
WowKeren - Pemerintah mengambil sejumlah langkah tegas untuk mengendalikan wabah COVID-19 yang seolah makin tak terkendali. Salah satunya tentang kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar masyarakat yang mau masuk Ibu Kota wajib menjalani rapid test antigen.
Kebijakan ini diberlakukan berdasarkan arahan Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan. Tak hanya DKI, Luhut juga meminta Gubernur Bali I Wayan Koster untuk memberlakukan wajib tes PCR untuk pelancong yang hendak ke Pulau Dewata.
Kini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mengikuti anjuran pemerintah tersebut. Ganjar akan mewajibkan pendatang melakukan rapid test antigen sebagai syarat utama menikmati masa libur Natal dan Tahun Baru di wilayah Jateng.
Langkah ini diambil Pemerintah Provinsi Jateng karena tak ingin kembali kecolongan dengan melonjaknya kasus COVID-19 yang dipicu masa liburan, seperti pada masa libur panjang akhir Oktober lalu. "Rapidnya harus yang antigen, modelnya seperti swab tapi lihat hasilnya cepat. Jadi kalau tidak, mendingan tidak usah bepergian dulu", ungkap Ganjar di kantornya, Rabu (16/12).
Selain mewajibkan rapid test antigen untuk pendatang, pihaknya juga menggelar operasi yustisi ketat di sejumlah rest area yang melibatkan seluruh aparat baik Polri, TNI, dan Satpol PP . "Kita akan berlakukan operasi yustisi ketat di sejumlah rest area. Akan melibatkan Polri, TNI dan Satpol PP untuk membubarkan kerumunan dan melakukan pemeriksaan," tambah Ganjar.
Masa libur panjang Oktober lalu diketahui memicu lonjakan kasus COVID-19 di Jateng. Dua pekan selama November, Jateng masuk sebagai daerah penyumbang kasus positif COVID-19 terbanyak.
Sebelumnya, Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi yang disorot lantaran terjadi lonjakan kasus COVID-19 hingga mencapai 88,8 persen. Ganjar pun memastikan bahwa pihaknya sudah bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota dengan menyiapkan rumah karantina di 82 lokasi, serta bakal menambah jumlah tenaga medis berkoordinasi dengan IDI dan PPNI.
(wk/nidy)