Polresta Tangerang mengamankan 14 orang anak bawah umur yang hendak pergi ke Jakarta untuk mengikuti Aksi 1812 di depan Istana Negara menuntut Habib Rizieq dibebaskan, Jumat (18/12).
- Nidya Putri
- Jumat, 18 Desember 2020 - 11:35 WIB
WowKeren - Polresta Tangerang mengamankan 14 orang saat operasi Yustisi pada Kamis (17/12) tengah malam. Mereka diamankan karena melanggar protokol kesehatan.
Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan sebagian besar yang diamankan masih di bawah umur. Mereka hendak pergi ke Jakarta untuk ikut aksi di depan Istana Negara menuntut Habib Rizieq dibebaskan.
"Kami amankan 14 anak rata-rata usia 13-19 tahun," kata Ade dalam keterangannya, Kamis (17/12). "Mereka membonceng mobil bak terbuka."
Dikutip dari Kumparan, Jumat (18/12), beberapa remaja tersebut mengenakan kaus berwarna hitam bergambar Habib Rizieq. Usai diciduk, para remaja itu kemudian dibawa ke Polresta Tangerang untuk dimintai keterangan.
Saat diamankan para remaja itu diberikan imbauan dan edukasi terkait dampak pandemi COVID-19. Ade juga meminta mereka mengurungkan niat ke Jakarta karena Ibu Kota masih masuk zona merah corona.
"Apalagi kalau mau ikut aksi demonstrasi, itu berpotensi menimbulkan kerumunan," terang Ade. "Andai ada perbedaan pandangan, silakan agar menempuh jalur hukum."
Saat ini 14 remaja itu berada di Polresta Tangerang. Polisi masih menunggu orang tua mereka untuk menjemput.
Operasi Yustisi pada Kamis malam digelar di tiga gerbang tol yaitu Gerbang Tol Balaraja Barat, Gerbang Tol Balaraja Timur, dan Gerbang Tol Kedaton. Operasi yang sama juga akan dilakukan di wilayah perbatasan Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang.
Selain itu juga dilaksanakan di wilayah Solear, dan di perbatasan dengan daerah Tangerang Selatan. "Tiap titik rata-rata ditempatkan 35 personel yang akan siaga hingga besok siang," ujarnya.
Ade juga meminta kerja sama dari semua pihak terutama orang tua agar mengawasi anak-anaknya. Sebab, kebanyakan mengaku mendapatkan ajakan melalui media sosial untuk ikut aksi. "Mohon sama-sama kita jaga anak-anak kita dan bergotong-royong melaksanakan protokol kesehatan," tandasnya.
Sementara itu, massa Front Pembela Islam (FPI) menyatakan akan tetap menggelar Aksi 1812 untuk menuntut pengusutan 6 laskar FPI yang tewas ditembak serta meminta pembebasan Habib Rizieq Shihab (HRS) meski tak mendapatkan izin dari polisi. "Insyaallah, Anak NKRI tetap akan aksi," kata Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Maarif, Kamis (17/12).
(wk/nidy)