Polisi akan segera akan menyelidiki informasi Menko Polhukam Mahfud MD terkait sekelompok anak muda yang sengaja dilatih untuk menebar teror ke orang-orang penting.
- Nidya Putri
- Jumat, 18 Desember 2020 - 12:32 WIB
WowKeren - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku dirinya mendapat informasi tentang sekelompok anak muda yang sengaja dilatih untuk menebar teror kepada orang penting alias VVIP (Very-Very Important Person). Menanggapi hal ini, polisi dengan segera akan menyelidiki informasi tersebut.
"Ya kita akan selidiki informasi tersebut," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, Kamis (17/12). Diketahui sebelumnya, Mahfud membahas informasi tersebut dalam acara 'Penyerahan Hasil Evaluasi & Rekomendasi Kebijakan Kementerian/Lembaga di Bidang Kesatuan Bangsa' yang digelar Rabu (16/12) kemarin.
Dalam acara itu, Mahfud awalnya berbicara tentang radikalisme yang tengah menghantam Indonesia. Menurutnya, ada tiga tingkat radikalisme.
"Radikalisme sedang ada di tempat kita yang kalau ada ditingkat-tingkatkan itu ada tiga radikalisme. Satu, intoleran, ya tidak suka aja gitu kalau ada yang berbeda, tidak mau bergabung dengan orang yang berbeda," paparnya. "Lalu yang kedua, teror. Radikalisme dalam bentuk teror"
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa mempertanyakan sumber dari informasi yang didapatkan oleh Mahfud MD tersebut. "Sekarang tujuan dipersenjatai ini, Mahfud dapat informasi dari mana?" kata Desmond, Kamis (17/12).
"Kita punya BIN, punya intel polisi itu, punya badan intelijen yang jelas kalau statement bukan dari sumber yang jelas ya nggak usah dipercaya," sambungnya. "Kan BIN ada tinggal minta sama Pak Budi Gunawan, benar nggak, tinggal minta ke intel polisi, benar nggak."
Sebab, Desmond menilai belakangan ini Mahfud kerap melontarkan pernyataan yang sumir. Ia pun turut menyinggung terkait pernyataan Mahfud soal kedatangan Habib Rizieq.
Karena itu, politikus Gerindra ini meminta informasi yang disampaikan Mahfud itu perlu diusut. Ia juga berpesan agar Mahfud lebih hati-hati dalam mengeluarkan penyataan ke depan publik.
"Iya harus diusut, kalau nggak benar yang fitnah lagi, kan susah kalau ngomong dengan orang ini semakin ke sini semakin tidak bisa dipercaya, mengkhawatirkan, merugikan Pak Jokowi," tuturnya. "Ini yang menurut saya harusnya Pak Mahfud itu ngomongnya hati-hati karena pejabat publik, karena umumnya akan berdampak kepada suatu hal yang akan merugikan Pak Jokowi karena menteri Pak Jokowi, kasihan Pak jokowi kalau menterinya asal bikin statement."
(wk/nidy)