Doni Monardo Minta Daerah Hemat Tes   Swab Corona, Satgas COVID-19 Beri Penjelasan
Nasional

Dalam rapat koordinasi pada Minggu (13/12), Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo meminta agar otoritas di masing-masing daerah untuk lebih menghemat pengadaan tes swab corona.

WowKeren - Pernyataan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo beberapa waktu lalu sempat menuai sorotan. Dalam rapat koordinasi pada Minggu (13/12), Doni meminta agar otoritas di masing-masing daerah untuk lebih menghemat pengadaan tes swab COVID-19.

Doni juga menyebut apabila telah melampaui target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), maka sebaiknya testing daerah mulai dibatasi. Juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito lantas memberikan penjelasan terkait pernyataan Doni tersebut.

Wiku menekankan bahwa pihaknya terus mendorong upaya 3T (testing, tracing, dan treatment). Menurut Wiku, kini setidaknya ada 16 provinsi yang telah melampau target testing WHO per pekannya.

"Satgas pusat terus mendorong perluasan 3T dan juga protokol kesehatan ke depan indonesia. Kami juga mengikuti rekomendasi WHO dalam hal standar pengujian," tegas Wiku pada Kamis (17/12). "Ada sekitar 16 provinsi yang memiliki pencapaian sejauh ini, dan kami berharap jumlahnya terus bertambah."


Namun, Wiku menjelaskan bahwa provinsi yang telah mencapai target WHO tersebut perlu memperhatikan sejumlah aspek, salah satunya adalah kecakupan tes. "Provinsi yang telah mencapai target juga perlu memperhatikan ruang lingkup atau cakupan tes kasusnya dan juga ketersediaan suplai tes di wilayahnya," pungkas Wiku.

Sebelumnya, pernyataan Doni tersebut sempat ditanggapi oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Ketua Satgas COVID-19 Pengurus Besar (PB) IDI Zubairi Djoerban balik mempertanyakan pernyataan Doni itu untuk kepentingan pemeriksaan umum atau pelacakan kontak COVID-19.

"Untuk mengomentari ini, saya belum tahu sebetulnya ini kebijakannya untuk yang mana?" ujar Zubairi, Selasa (15/12). "Kalau untuk sekadar check up general ya setuju saja (dihemat). Namun kalau untuk contact tracing ya justru perlu dites."

Karena itulah, Zubairi sangat menolak opsi penghematan tes swab apabila digunakan untuk pelacakan kontak. Pasalnya virus corona bisa masuk ke tubuh manusia dengan atau tanpa menyebabkan gejala, sehingga tes sangat diperlukan untuk mengidentifikasinya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait