Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, menyatakan bahwa jumlah kasus aktif corona beberapa pekan ini terus menunjukkan tren peningkatan yang tinggi.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 18 Desember 2020 - 19:36 WIB
WowKeren - Indonesia melaporkan 6.689 kasus positif virus corona (COVID-19) baru pada Jumat (18/12) hari ini. Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Tanah Air telah mencapai 650.197 kasus.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 531.995 pasien atau 81,8 persen dinyatakan sembuh. Sedangkan 19.514 orang atau sebanyak tiga persen dilaporkan meninggal dunia.
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, lantas menyatakan bahwa jumlah kasus aktif corona beberapa pekan ini terus menunjukkan tren peningkatan yang tinggi. Per 13 Desember 2020, kasus aktif COVID-19 di Indonesia telah mencapai 15,08 persen.
"Ini tantangan bersama, angka kasus aktif selama beberapa minggu terakhir mengalami peningkatan yang cukup tinggi," tutur Wiku dalam diskusi di YouTube BNPB, Jumat. "Bahkan, per 13 Desember kasus aktif kita 15,08 persen, dan angka ini lebih tinggi dari angka positif tertinggi pada bulan November."
Sebagai informasi, kasus aktif adalah pasien positif COVID-19 yang belum sembuh dan masih menjalani perawatan, baik di rumah sakit atau isolasi mandiri. Pada November 2020 lalu, rata-rata kasus aktif COVID-19 Indonesia hanya mencapai 12,8 persen, dengan angka tertingginya sebesar 13,78 persen.
Oleh sebab itu, Wiku menilai peningkatan angka kasus aktif COVID-19 pekan ini harus menjadi peringatan bagi semua pihak. "Jadi tentunya ini alarm untuk kita semua, ini bukanlah perkembangan yang diharapkan. Ini angka yang tinggi," kata Wiku.
Di sisi lain, Satgas COVID-19 mencatatkan bahwa tren kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan kini makin membaik. Adapun data ini dikumpulkan dari sistem monitoring Bersatu Lawan COVID-19 di 6,5 juta titik di 34 provinsi.
"Terlihat terjadi perkembangan positif kabupaten kota dalam memakai masker. Untuk kepatuhan, di bawah 60 persen atau tidak patuh turun, ini tanda-tanda yang baik. Tapi harus tahu perilaku masyarakat fluktuatif," papar Wiku. "Jadi harus pastikan kedisiplinan masyarakat harus selalu terjaga, karena setiap saat bisa berubah. Ketahanan kita bersama kunci utama turunkan kasus."
(wk/Bert)