Muhammadiyah Berencana Tarik Seluruh Dana Dari Bank Syariah BUMN, Ini Alasannya
Nasional

Muhammadiyah sendiri kini disebut berencana untuk membentuk tim khusus dari para ahli keuangan, bankir, hingga mantan regulator untuk mempersiapkan rencana penarikan dana tersebut.

WowKeren - Tiga bank syariah BUMN Indonesia, yakni PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS), PT Bank BNI Syariah Tbk (BNIS), dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) diketahui baru saja melakukan merger dan menjadi kesatuan sebagai Bank Syariah Indonesia. Pasca pengumuman merger tersebut, Muhammadiyah berencana menarik seluruh dana mereka dari bank syariah BUMN.

"Mungkin sudah waktunya bagi Muhammadiyah untuk menarik dan mengalihkan semua dana yang ditempatkannnya di bank tersebut," tutur Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah Anwar Abbas dilansir detikcom pada Jumat (18/12). Selain itu, Muhammadiyah juga berencana untuk mengalihakan semua pembiayaan tersebut kepada bank-bank syariah lain yang skalanya masih lebih kecil dan lebih menjangkau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Juga mengalihkan seluruh pembiayaan yang diterimanya kepada bank baru yang menjadi mitranya," jelas Anwar. "Apakah itu bank negara syariah yang tidak ikut merger atau Bank Pembangunan Daerah (BPD) Syariah atau BPD yang ada unit syariahnya serta kepada bank-bank umum syariah atau bank-bank umum yang punya unit syariahnya."

Menurut Anwar, alasan penarikan dana dari bank syariah BUMN tersebut adalah karena misi ekonomi Muhammadiyah dari awal adalah memajukan ekonomi umat atau rakyat serta UMKM. Salah satu caranya adalah dengan meletakkan dana Muhammadiyah di bank-bank syariah yang dianggap lebih dekat dengan umat.


Namun merger bank syariah BUMN tersebut dinilai telah membuat bank-bank tersebut menjadi lebih besar dan kuat dari skala sebelumnya. Bahkan ada anggapan jika Bank Syariah Indonesia akan menjadi 10 besar bank syariah terbesar di dunia. Hal tersebut dikhawatirkan membuat umat atau rakyat kecil serta UMKM akan kesulitan menjangkau pinjaman ke Bank Syariah Indonesia.

"Hal ini perlu dipikirkan oleh Muhammadiyah karena Bank Syariah Indonesia ini sudah menjadi sebuah bank syariah milik negara yang besar dan sudah sangat kuat di mana bank ini akan menjadi 10 bank syariah terbesar di dunia," terang Anwar. "Mungkin sudah waktunya bagi Muhammadiyah untuk tidak lagi perlu mendukung Bank Syariah Indonesia milik negara tersebut."

Selain itu, pertimbangan lain adalah direksi yang ditunjuk dalam merger bank syariah BUMN tersebut. Namun Anwar tidak menjelaskan secara detail apa maksud pertimbangan tersebut. "Melihat komposisi Komisaris, Direksi dan DPS PT.Bank Syariah Indonesia hasil merger yang baru diumumkan maka mungkin Muhammadiyah sebaiknya melakukan pengkajian tentang hal tersebut," katanya.

Muhammadiyah sendiri kini berencana untuk membentuk tim khusus dari para ahli keuangan, bankir, hingga mantan regulator untuk mempersiapkan rencana penarikan dana tersebut. Dengan demikian, dana-dana tersebut bisa segera dialihkan ke bank syariah lainnya.

"Untuk itu kita harapkan tim ini segera dibentuk oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah supaya Muhammadiyah dalam waktu dekat atau dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah bisa menarik dan memindahkan semua dana-dananya yang ada di Bank Syariah Indonesia hasil merger tersebut," pungkasnya. "Baik dalam bentuk giro tabungan dan deposito dan memindahkannya kepada bank-bank syariah atau yang punya unit syariah yang menjadi mitra barunya yang mau memiliki komitmen bersama Muhammadiyah untuk memajukan ekonomi umat, ekonomi rakyat banyak dan UMKM."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait