Puluhan Peserta Aksi 1812 Reaktif COVID-19, Bakal Jadi Klaster Baru?
Twitter
Nasional

Polisi membubarkan paksa massa aksi 1812 dan mendapati puluhan di antaranya reaktif COVID-19 hasil rapid test. Lantas apakah aksi 1812 berpotensi jadi klaster baru?

WowKeren - Polisi membubarkan paksa massa aksi 1812 yang memadati sejumlah wilayah protokol Ibu Kota pada Jumat (18/12) kemarin. Sebanyak 445 peserta aksi pun diamankan dari lokasi tersebut, seperti dilaporkan Mabes Polri.

Bukan cuma mengamankan, Polri juga melakukan rapid test terhadap para peserta aksi dan terungkap sebanyak 26 di antaranya dinyatakan reaktif. Data ini berdasarkan hasil pemeriksaan per Jumat pukul 16.00 WIB sore.

"Sampai dengan saat ini, pukul 16.00 WIB," ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, Jumat malam. "Total pengunjuk rasa yang reaktif COVID-19 sejumlah 26 orang."

Jumlah ini praktis bertambah dari sebelumnya yang hanya melaporkan 22 peserta aksi reaktif hasil rapid test. Mereka yang dinyatakan reaktif pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, demi pemeriksaan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus juga menyoroti perihal puluhan peserta aksi yang reaktif COVID-19. "Ini menandakan ada klaster," tegas Yusri, seperti dilansir dari Kompas, Sabtu (19/12).


Karena itulah mereka yang terdeteksi reaktif COVID-19 langsung dilarikan ke RSD Wisma Atlet untuk diperiksa lebih lanjut. "Nanti di sana sudah siap petugas yang menggunakan APD, baik dari kedokteran, Polda, dan Kodam Jaya untuk cek 3T," jelas Yusri.

Sebelumnya kepolisian membubarkan paksa massa yang sudah diperingatkan agar tidak berkerumun. Karena itulah Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto memerintahkan jajarannya untuk mengamankan beberapa massa yang malah mengamuk ketika diminta mundur.

"Tangkap aja yang melawan. Angkut-angkut. Tapi jangan dipukul," kata Kapolres Heru lewat pengeras suara, dilansir dari CNN Indonesia.

Sayangnya atas upaya pembubaran massa ini, 2 orang polisi dilaporkan terkena sabetan senjata tajam berupa samurai. Kedua polisi itu mengalami luka ringan kala membubarkan massa di depan Balai Kota DKI Jakarta.

"Sampai dengan saat ini, yang tadi saja yang kena sabetan, tusukan tapi tidak terlalu ini ya, ada dua," ungkap Kombes Yusri. "Anggota yang terluka pada saat pembubaran di depan kantor Gubernur dengan menggunakan samurai."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait