Nama Gibran Diduga Terseret di Kasus Bansos, Andi Arief: KPK Perlu Klarifikasi
Nasional

Dalam laporan Majalah Tempo, Gibran disebut merekomendasikan PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex untuk menggarap proyek pembuatan tas kain (goodie bag) untuk penyaluran bansos Kementerian Sosial (Kemensos).

WowKeren - Berdasarkan hasil investigasi Majalah Tempo, nama putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming, terseret dalam kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) COVID-19. Dalam laporan Majalah Tempo, Gibran disebut merekomendasikan PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex untuk menggarap proyek pembuatan tas kain (goodie bag) untuk penyaluran bansos Kementerian Sosial (Kemensos).

Melansir Majalah Tempo, mantan Mensos Juliari Batubara yang kini berstatus sebagai tersangka disebut memerintahkan dua stafnya untuk menghentikan pencarian vendor penyedia goodie bag bansos karena akan diproduksi Sritex. Padahal proyek ini sedianya dijanjikan kepada perusahaan kecil dan menengah.

"Menurut dua anggota staf tersebut, masuknya nama Sritex merupakan rekomendasi putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka. 'Itu bagian anak Pak Lurah,' tutur seorang di antaranya," demikian kutipan laporan Majalah Tempo. "Sebutan 'Pak Lurah' mengaku pada Jokowi."

Wakil Sekretraris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief, turut angkat bicara terkait isu ini. Menurut Arief, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu mengklarifikasi isu tersebut. "KPK perlu klarifikasi soal ini," cuit Andi pada Minggu (20/12) sembari melampirkan tangkapan layar laporan Majalah Tempo tersebut.


adni arief tanggapi gibran

Twitter/@Andiarief__

Selain itu, Andi juga menyebut bahwa Jokowi seharusnya tahu apa yang harus dilakukan jika benar Gibran terlibat dalam kasus dugaan korupsi tersebut. "Kalau benar Gibran ada dalam skema bancakan peggadaan bansos, Pak Jokoei semestinya tahu apa yang sekarang harus dia lakukan," tulis Andi.

Di sisi lain, manajemen PT Sritex sendiri telah menyatakan bahwa pihaknya tak pernah berinisiatif untuk meminta proyek pembuatan tas kain bansos COVID-19 di Jawa Tengah. Menurut Corporate Communication PT Sritex, Joy Citradewi, penawaran tersebut datang dari pihak Kemensos.

"Informasi dari Marketing, kami di-approach oleh Kemensos untuk pemesanan (tas kain) bansos ini," ungkap Joy dilansir CNN Indonesia pada Senin (21/12). Namun, Joy enggan mengungkapkan berapa harga dan jumlah tas kain yang dipesan Kemensos.

Joy juga mengaku bahwa Sritex tidak pernah berkomunikasi dengan Gibran yang disebut merekomendasikan mereka kepada Kemensos. "Tidak ada komunikasi dengan Mas Gibran," pungkas Joy.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait