Gereja Katedral Hanya Sediakan 309 Kursi Untuk Misa Natal-Tahun Baru
Nasional

Gereja Katedral Jakarta hanya menyediakan kursi sebanyak 309 kursi untuk umat Kristiani mengikuti misa Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Jumlah tersebut merupakan 20 persen dari kapasitas normal gereja katedral.

WowKeren - Berbagai persiapan telah diterapkan gereja-gereja di seluruh Indonesia menjelang perayaan Natal (25/12) mendatang. Salah satunya seperti Gereja Katedral Jakarta yang hanya menyediakan kursi sebanyak 309 kursi untuk umat Kristiani mengikuti misa.

Menurut Pastor Kepala Gereja Katedral Jakarta Hani Rudi Hartoko, jumlah itu 20 persen dari kapasitas normal gereja katedral. "200 umat berada dalam gereja dan 109 di luar gereja di Plaza Maria," kata dia dalam konferensi pers virtual, Rabu (23/12).

Kuota ini juga berlaku untuk ibadah malam Natal (24/12) besok, dan juga misa tutup tahun pada 31 Desember, dan misa tahun baru pada 1 Januari 2021. Ibadah akan dibagi dalam dua bentuk, yaitu tatap muka dan daring. "Durasi ibadah maksimal 60 menit," ujarnya.

Gereja Katedral juga tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 selama ibadah tatap muka pada Natal dan Tahun Baru 2020 berlangsung. Jemaat tetap harus memakai masker dan menjaga jarak sepanjang ibadah.


Sebelum memasuki wilayah gereja, kata Rudi, jemaat juga diminta mencuci tangan dengan sabun dan menunjukkan QR code pendaftaran. Ketentuan ini berlaku bagi seluruh gereja katolik di wilayah Keuskupan Agung Jakarta yang mencakup wilayah Jakarta, Bekasi, dan Tangerang.

Sementara itu, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) telah mengimbau agar perayaan natal tahun ini dilakukan secara online demi mencegah penyebaran virus corona. Direktur Medik RS PGI Cikini Jakarta Inolyn Panjaitan bahkan mengusulkan agar pada pelaksanaan ibadah Natal tahun 2020 umat tidak makan-minum bersama seperti perayaan Natal biasanya.

Pasalnya setelah ibadah Natal selesai, kerap kali digelar makan-minum bersama bagi para jemaat. Namun, karena saat ini berada dalam situasi pandemi COVID-19, pihaknya pun mengusulkan agar para jemaat menghindari makan-minum bersama.

"Usul kami hindari makan-minum bersama. Kalau ada jamuan makan-minum, setelah ibadah, sebaiknya dalam kotak saja," kata Inolyn dalam konferensi pers di BNPB, Senin (21/12).

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait