Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang terjerat dalam kasus dugaan suap ekspor benih lobster mengucapkan selamat kepada Sakti Wahyu Trenggono yang akan menjadi penggantinya.
- Nidya Putri
- Kamis, 24 Desember 2020 - 09:48 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo telah melantik 6 menteri barunya dalam Kabinet Indonesia Maju Rabu (23/12) ke marin. Salah satunya adalah Sakti Wahyu Trenggono yang kini resmi menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) menggantikan Edhy Prabowo yang terjerat dalam kasus dugaan suap ekspor benih lobster.
Kabar dilantiknya Trenggono rupanya sudah sampai di Edhy Prabowo. Usai menjalani pemeriksaan di KPK, Edhy pun menyampaikan ucapan selamat kepada Trenggono. "Selamat dengan jabatan yang baru. Semoga dalam menjalankan tugas tetap lancar dan sukses," katanya di gedung KPK, Rabu (23/12). "Nelayan sangat butuh pemimpin-pemimpin yang bisa melayani dan saya percaya Pak Trenggono punya karakter itu."
Trenggono sempat tercatat sebagai Komisaris Utama PT Agro Industri Nasional (Agrinas). Namun, posisi Komut itu merupakan jabatan ex-officio atau jabatan yang otomatis diemban ketika menduduki posisi tertentu, yakni saat ia jadi Wamenhan.
Agrinas sendiri merupakan perusahaan yang dibentuk Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPPSDP) dalam binaan Kemenhan. Agrinas disebut-sebut sebagai salah satu perusahaan yang mendapatkan izin ekspor benih lobster dari KKP.
Saat ini, Trenggono sudah melepas jabatan itu sebab bukan lagi sebagai wamenhan. Terkait hal ini, Edhy Prabowo mengaku tidak mengetahuinya.
Sementara itu, pada hari yang sama Edhy kembali menjalani pemeriksaan lanjutan terkait kasus dugaan suap benih lobster yang menjeratnya. Plt juru bicara KPK Ali Firli mengatakan pemeriksaan Edhy dalam kapasitas sebagai saksi untuk tersangka Andreau Pribadi Misanta.
Edhy dicecar soal aktivitasnya di Amerika Serikat dan juga pembelian sejumlah barang mewah di sana. "Penyidik mendalami pengetahuan yang bersangkutan terkait dengan aktivitas perjalanan dinas dan kegiatannya selama berada di AS," kata Ali. "Selain itu juga terkait dengan pembelian barang-barang di antaranya tas dan jam tangan mewah berbagai merek selama kegiatan tersebut yang sumber uang untuk pembelanjaan barang-barang tersebut diduga berasal dari para eksportir benih benur yang telah mendapatkan izin ekspor."
Perlu diketahui, dalam kasus ini KPK sudah menetapkan 7 tersangka. Tersangka penerima suap adalah Edhy Prabowo; Staf Khusus Menteri KP, Safri; Staf Khusus Menteri KP, Andreau Pribadi Misanta; Pengurus PT Aero Citra Kargo, Siswadi; Staf istri Menteri KP, Ainul Faqih; Amiril Mukminin. Sedangkan tersangka pemberi suap adalah Direktur PT Dua Putra Perkasa, Suharjito.
(wk/nidy)