Laju Penularan Tinggi, Satgas COVID-19 Sebut Masyarakat Gali Kubur Sendiri
Instagram/wikuadisasmito
Nasional

Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito menegaskan jika testing yang dilakukan masif maka sudah seharusnya kasus aktif menurun. Namun kondisi ini tak terjadi di Indonesia.

WowKeren - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 kembali mengingatkan penambahan kasus positif corona di Indonesia yang masih tinggi. Penambahan kasus baru setiap harinya di Tanah Air disebabkan karena laju penularan yang memang masih tinggi.

Kondisi ini menunjukkan jika masyarakat Indonesia masih kurang berhati-hati terhadap penularan. Hal itu sebagaimana disebutkan oleh Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito. Wiku menilai masyarakat masih ceroboh dengan membahayakan diri sendiri maupun orang lain di tengah pandemi.

Jika kondisi ini terus berlangsung maka sama saja masyarakat seperti menggali lubang kubur sendiri. "Jika keadaan ini terus berlangsung, ini seperti kondisi di mana masyarakat menggali kuburnya sendiri," kata Wiku dalam jumpa pers yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (24/12).

Perkembangan kasus di Indonesia seakan kian mengerikan saja. Bagaimana tidak, dalam kurun waktu satu bulan antara November-20 Desember, kasus aktif COVID-19 meningkat dua kali lipat dari 54.804 menjadi 103.239.


"Hal ini dibarengi dengan testing yang lebih rendah dari sebelumnya," ujar Wiku menambahkan. Terlebih lagi, saat terjadi kenaikan kasus akan selalu diiringi dengan adanya penambahan daerah yang tak patuh protokol kesehatan dan selalu berawal dari libur panjang.

Tak hanya itu Wiku menegaskan jika testing yang dilakukan kain masif maka sudah seharusnya kasus aktif yang dilaporkan menurun. Namun rupanya kondisi ini tak terjadi di Indonesia. Kenaikan jumlah testing tidak dibarengi dengan penurunan kasus aktif. "Seharusnya meskipun testing meningkat, angka kasus aktif harus terus menurun," katanya.

Apalagi sekarang ini adalah momen libur panjang sehingga Wiku mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati. Wiku meminta masyarakat belajar dari pengalaman libur-libur sebelumnya dimana terjadi peningkatan kasus.

Sementara itu, Indonesia juga harus waspada dengan penyebaran mutasi virus corona baru yang ditemukan di Inggris. Sebab, virus ini bahkan sudah mencapai negara tetangga, Malaysia dan Singapura.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait