Pemerintah tak bosan mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Penularan bisa terjadi dimana-mana, termasuk lingkup keluarga.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 25 Desember 2020 - 12:25 WIB
WowKeren - Perkembangan kasus positif COVID-19 di Indonesia tampaknya kian mengkhawatirkan. Bahkan Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo turut mengungkapkan kekhawatirannya.
Ia cemas lantaran pasien COVID-19 tanpa gejala semakin banyak saja di Indonesia. Di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, keterisian jumlah tempat tidur kian meningkat. Ia mengatakan jika jumlah pasien OTG bahkan sudah mencapai 80 persen.
"Jadi memang betul pada awal November angka keterisian Wisma Atlet untuk pasien OTG 18 persen," kata Doni, Kamis (24/12). "Kemudian pasien bergejala ringan dan sedang 34 persen, padahal sebelumnya akhir Agustus di kisaran 89 persen untuk pasien isolasi. Kita cemas yang OTG 80 persen."
Lebih jauh, ia pun mengungkapkan kekhawatirannya soal peningkatan kasus yang terjadi di bulan Desember ini. Pada Kamis (24/12), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan jumlah terkonfirmasi positif COVID-19 tercatat bertambah 7.199 kasus. Sehingga akumulasi kasus positif di Indonesia mencapai 692.838.
Oleh sebab itu, lagi-lagi pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Penularan COVID-19 bisa terjadi dimana-mana, termasuk dalam lingkup keluarga. Doni menekankan jika klaster keluarga menyumbang angka yang cukup tinggi dalam laporan kasus COVID-19 di Indonesia.
"Saat ini klaster keluarga juga paling tinggi," lanjut Doni. "Di keluarga rata-rata terpapar karena tidak disiplin, abai dan lalai, lantas menularkan ke anggota keluarga di rumah."
Virus corona dilaporkan paling banyak menyerang rentang usia antara 18 hingga 46 tahun. Di rentang usia ini pula lah banyak tercatat kasus sembuh. "Tapi kalau sentuh kelompok lansia di atas 59 tahun apalagi punya komorbid seperti jantung, hipertensi, dan ginjal itu fatal," tambahnya.
Sementara itu, Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito menggambarkan jika masyarakat Indonesia seakan seperti menggali lubang kuburnya sendiri. Pasalnya, menurut Wiku mereka membahayakan diri sendiri dan orang lain di tengah pandemi yang belum berakhir.
(wk/zodi)