Kabar baik datang dari alat pendeteksi COVID-19 GeNose. Alat ciptaan para peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) itu akhirnya mengantongi izin edar dan siap dipasarkan secara massal.
- Nidya Putri
- Sabtu, 26 Desember 2020 - 12:47 WIB
WowKeren - Alat pendeteksi COVID-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) bernama GeNose akhirnya mengantongi izin edar dan siap dipasarkan secara massal. Ketua tim pengembang GeNose, Prof Kuwat Triyana mengatakan izin edar GeNose dari Kementerian Kesehatan turun pada hari Kamis (24/12) lalu.
Izin tersebut keluar setelah pihaknya melakukan pengajuan ke kepada otoritas kesehatan. "Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan luar biasa dari banyak pihak GeNose C19 secara resmi mendapatkan izin edar untuk mulai dapat pengakuan oleh regulator, yakni Kemenkes, dalam membantu penanganan COVID-19 melalui skrining cepat," katanya melalui keterangan tertulis, Sabtu (26/12).
Usai mendapatkan izin edar, maka tim akan melakukan penyerahan GeNose C19 hasil produksi massal batch pertama, yang didanai oleh BIN dan Kemenristek/BRIN, untuk didistribusikan. Mereka berharap agar jumlah GeNose C19 yang masih terbatas ini dapat memberikan dampak maksimal.
"Dengan 100 unit batch pertama yang akan dilepas, kami berharap dapat melakukan 120 tes per alat atau atau totalnya 12 ribu orang sehari," ujarnya. "Angka 120 tes per alat itu dari estimasi bahwa setiap tes membutuhkan 3 menit termasuk pengambilan nafas sehingga satu jam dapat mentes 20 orang dan bila efektif alat bekerja selama 6 jam."
Rencananya, GeNose C19 akan distribusikan di bandara, stasiun kereta api, dan tempat keramaian lainnya termasuk di rumah sakit serta ke BNPB yang dapat mendekati tempat dengan suspect COVID-19. Untuk mewujudkan wacana melakukan tes terhadap 12 ribu orang sehari diperlukan komitmen dari industri konsorsium.
Adapun industri konsorsium yang akan membantu yakni PT. Yogya Presisi Tehnikatama Industri (bagian mekanik), PT. Hikari Solusindo Sukses (elektronik dan sensor), PT. Stechoq Robotika Indonesia (pneumatic), PT. Nanosense Instrument Indonesia (artificial intelligence, elektronik dan after sales), dan PT. Swayasa Prakarsa (assembly, perijinan, standar, QC/QA, bisnis).
"Nantinya biaya tes dengan GeNose C19 cukup murah hanya sekitar Rp 15 sampai Rp 25 ribu. Hasil tes juga sangat cepat yakni sekitar 2 menit serta tidak memerlukan reagen atau bahan kimia lainnya," paparnya. "Selain itu, pengambilan sampel tes berupa embusan nafas juga dirasakan lebih nyaman dibanding usap atau swab."
(wk/nidy)