Vaksin virus corona dari perusahaan Pfizer menjadi salah satu yang paling menjanjikan. Namun, baru-baru ini beredar vaksin ini dalam bentuk vape. Fakta atau hoaks?
- Ruth Meliana
- Sabtu, 26 Desember 2020 - 20:02 WIB
WowKeren - Vaksin virus corona Pfizer menjadi salah satu vaksin yang paling menjanjikan dan ditunggu-tunggu. Bahkan, Indonesia menjadi salah satu negara yang telah memesan vaksin asal perusahaan Amerika Serikat (AS) pada 2021 mendatang.
Namun, baru-baru ini beredar vaksin Pfizer dengan model kemasan baru berbentuk vape di media sosial. Dalam foto itu, terlihat gambar rokok elektrik atau vape dengan logo vaksin COVID-19 Pfizer.
Foto itu beredar di Facebook pada akhir Desember 2020 ini. Dalam unggahan foto, nampak sebuah tabung kecil yang berupa vape dan dikemas dengan label “Coronavirus Vaccine” serta logi Pfizer.
Keterangan selanjutnya terlihat semakin meyakinkan dengan memastikan tabung itu merupakan rokok elektrik bertulisan “vaporizer catridge.” Lalu di sisi bawah kemasan juga tertulis “Made In China” yang menjelaskan asal produk itu.
Gambar tersebut pada awalnya merupakan bahan lelucon dari warganet. Tetapi, sebagian dari mereka mulai salah mengartikan dan bahkan mempercayai jika vaksin virus corona yang beredar dapat berbentuk vape.
Tak ingin memicu kebingungan semakin luas, media Reuters langsung memastikan jika vaksin Pfizer berbentuk vape itu adalah hoaks. Hal ini juga dikonfirmasi oleh Pfizer and BionTech yang mengklarifikasi jika foto tersebut tidak benar.
Reuters menjelaskan bukti lelucon foto itu terlihat dari keterangan foto yang tertulis “makers of the boner pill” (pembuat obat untuk disfungsi ereksi). Bukti lain jika foto ini adalah hoaks ditunjukkan dari pembuat vape yang berasal dari Tiongkok. Padahal, vaksin Pzifer diproduksi jaringan perusahaan di AS, Belgia, dan Jerman.
Selain itu, vaksin virus corona yang dikeluarkan Pfizer berupa cairan dan harus disuntikkan ke dalam tubuh lewat jarum suntik. Berita hoaks ini sendiri juga telah dikonfirmasi langsung oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 di laman resmi mereka.
(wk/lian)