Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memutuskan untuk me-lockdown seluruh wilayah kampus mulai 24 Desember 2020 hingga 10 Januari 2021 usai ditemukan 18 kasus positif COVID-19.
- Nidya Putri
- Senin, 28 Desember 2020 - 09:44 WIB
WowKeren - Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mencatat setidaknya ada 18 orang yang dinyatakan positif COVID-19 per 26 Desember 2020. Dari 18 orang yang terinfeksi, 11 orang dia antaranya menjalani isolasi mandiri.
Dengan rincian enam orang dosen, satu orang mahasiswa dan empat orang tenaga kependidikan (tendik). "Kemudian klasifikasi positif dengan tindakan rawat inap terdapat tujuh orang. Dengan rincian empat orang dosen, dua orang mahasiswa dan satu orang tendik," kata Ketua Satgas COVID-19 ITS Surabaya Adjie Pamungkas, Minggu (27/12).
Sedangkan untuk kasus meninggal dunia akibat COVID-19 di ITS, terhitung sejak awal pandemi sampai hari ini, tercatat ada lima orang. "Lima orang tersebut rinciannya adalah tiga dosen, satu mahasiswa dan satu tenaga kependidikan," terangnya.
Akibat temuan tersebut, pihaknya pun memutuskna untuk melakukan lockdown mulai 24 Desember 2020 hingga 10 Januari 2021. Keputusan ini dilakukan demi memutus penyebaran virus corona serta agar Satgas COVID-19 bisa melakukan sterilisasi di seluruh lingkungan kampus ITS.
"Sehingga pada awal tahun nanti diharapkan kasus dapat semakin berkurang dan lingkungan kampus kembali steril serta aman digunakan oleh sebagian dosen dan karyawan untuk piket kantor atau dengan pembatasan ketat kegiatan di kampus," ucapnya.
Meski ada kejadian ini, Adjie berharap agar masyarakat dan sivitas tak panik, dan tidak mudah percaya pada informasi hoaks yang belakangan beredar. Sebab, penerapan lockdown ini sendiri menimbulkan desas-desus dan kabar yang tak benar.
"Kepada masyarakat agar tidak terlalu percaya pada berita-berita hoax yang tersebar di luaran sana, jika sumbernya tidak jelas dan bukan dari pihak ITS langsung," pungkasnya.
Sebelumnya, Rektor ITS Surabaya Prof Mochamad Ashari juga dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Kepala Unit Komunikasi Publik (UKP) ITS, Anggra Ayu Rucitra mengatakan hal itu diketahui setelah Prof Ashari melakukan swab tes dam hasilnya keluar Jumat (25/12) lalu.
"Kami menyampaikan bahwa Rektor ITS Prof Mochamad Ashari dinyatakan positif COVID-19," kata Anggra. "Beliau dinyatakan positif setelah melakukan tes usap dan hasil tes keluar pada pagi ini."
(wk/nidy)