Ekonom Saran Tutup Penerbangan Demi Cegah Varian Baru Corona Masuk RI
Nasional

Langkah ini perlu dilakukan segera untuk meminimalisir sedini mungkin potensi penyebaran virus corona baru. Sebab jika sudah masuk dikhawatirkan akan sulit dikendalikan

WowKeren - Adanya mutasi virus corona baru asal Inggris turut menjadi alarm bagi Indonesia. Mutasi virus baru ini sangat cepat menyebar dan sejumlah negara bahkan sudah melaporkan kasus mereka terkait virus ini.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad, mengusulkan agar pemerintah segera menutup pintu penerbangan. Baik untuk kedatangan dan tujuan penerbangan negara-negara yang memiliki kasus varian baru corona, khususnya Inggris.

Langkah ini perlu dilakukan dengan segera untuk meminimalisir sedini mungkin potensi penyebaran virus corona baru. Sebab jika sudah masuk ke RI dikhawatirkan dampaknya akan sulit dikendalikan lagi.

"Mumpung belum masuk ke Indonesia, tutup penerbangan lah terutama negara-negara yang suspek mutasi COVID-19 ini, daripada nanti sudah datang, sudah tidak bisa nangani lagi," kata Tauhid dilansir Detik, Senin (28/12). "Untuk negara-negara yang punya virus baru Inggris ini lebih baik memang disetop untuk sementara waktu."


Seperti saat RI kecolongan COVID-19 pada awal-awal pandemi lalu. Buntunya, sampai sekarang pun dampak buruknya masih bisa dirasakan terutama dalam sektor ekonomi. Sehingga belajar dari pengalaman sebelumnya, Tauhid menilai tindakan tegas perlu segera dilakukan.

"Kalau saya lihat sih akan bertahap ya (dampaknya) karena mungkin orang sudah lebih waspada," katanya lagi. "Tapi tergantung, kalau kita masih membuka penerbangan dengan Inggris, dengan negara-negara yang sudah terjangkiti, maka itu akan cepat."

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal. Kebijakan yang diambil harus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

"Kalau masih sangat kecil, cukup dengan memperketat pemeriksaan masuknya orang dari negara yang bersangkutan," ujar Faisal. "Tapi kalau penyebaran di negara yang bersangkutan sudah banyak, tidak menutup kemungkinan melarang sama sekali masuknya orang dari negara yang bersangkutan."

Sementara itu, pemerintah telah memperketat gerbang kedatangan Internasional, khususnya bagi pelaku perjalanan dari Inggris, Eropa dan Australia.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait