Bukan Diplomat, Komisi I DPR RI Sebut WNA yang Datangi FPI Pegawai   Intelijen Jerman
Nasional

Menurut anggota Komisi I DPR RI M Farhan, hasil penyelidikan Komisi I menunjukkan bahwa WNA tersebut bernama Suzanne Hall dari BND (Bundesnachrichtendienst) atau badan intelijen Jerman.

WowKeren - Seorang warga negara Jerman sempat mendatangi markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Disebutkan bahwa warga negara asing (WNA) yang menyambangi markas FPI tersebut merupakan salah satu staf Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia.

Namun kekinian, anggota Komisi I DPR RI M Farhan mengungkapkan bahwa WNA tersebut bukan lah diplomat, melainkan seorang pegawai Badan Intelijen Jerman. Menurut Farhan, hasil penyelidikan Komisi I DPR RI menunjukkan bahwa WNA tersebut bernama Suzanne Hall dari BND (Bundesnachrichtendienst) atau badan intelijen Jerman.

"Ternyata ketika dilakukan penyelidikan ke beberapa sumber kita di Berlin langsung, si Suzanne Hall ini bukan pula pegawai pemerintah yang tercatat di Kementerian Luar Negeri Jerman," ungkap Farhan dilansir Kompas.com, Minggu (27/12). "Dia tercatat sebagai pegawai di B.N.D atau Badan Intelijen Jerman."


Kedubes Jerman untuk Indonesia sendiri telah mengakui bahwa diplomatnya mendatangi markas FPI untuk mencari informasi terkait demo 1812. Farhan pun menilai hal tersebut merupakan alasan tak mendasar.

"Itu namanya alasan kaleng-kaleng, itu sama aja dengan begini saya masuk ke rumah seorang gadis ketika digerebek saya cuman bilang enggak saya cuma mau pinjam garam begitu," ujar Farhan. "Karena sebetulnya mereka bisa mencari tahu hal itu kepada kepolisian karena kan kepolisian punya cabang khusus untuk ngurusin kedubes-kedubes ini."

Selain itu, Farhan juga menyoroti mengapa WN Jerman yang bukan seorang diplomat bisa menggunakan mobil corps diplomatik yang berarti ia menggunakan fasilitas pemerintahan Jerman. Menurut Farhan, Komisi I DPR RI mendesak agar orang yang bersangkutan bisa masuk daftar cekal.

"Orang ini tidak bisa di persona non grata kan karena bukan diplomat, tapi harusnya masuk cekal," pungkas Farhan. "Kita lagi tunggu kenapa tidak ada pengumuman cekal dari orang ini atau sudah masuk blacklist saya enggak tahu."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait