'Kebimbangan' Menteri KP Trenggono Soal Kebijakan Ekspor Benih Lobster
Nasional

Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru, Sakti Wahyu Trenggono hingga saat ini masih belum memutuskan apakah kebijakan ekspor benih lobster akan dilanjutkan lagi atau dihentikan secara permanen.

WowKeren - Sakti Wahyu Trenggono telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru menggantikan Edhy Prabowo pekan lalu. Sejumlah tugas berat pun telah menanti Trenggono.

Salah satunya terkait kebijakan ekpor benih lobster. Trenggono sendiri mengungkapkan jika sustainability alias keberlanjutan lobster harus jadi perhatian utama.

Trenggono sendiri hingga kini masih belum memutuskan apakah kebijakan ini lanjut terus atau dihentikan secara permanen. Yang jelas, dia mau mendapatkan pandangan dari ahli dan juga nelayan soal kebijakan ini.

"Itu (ekspor benih lobster) kan sementara ini dihentikan kan ya, saya pikir akan dievaluasi dulu ya, saya akan tanya beberapa ahli dan juga kepada nelayan itu sendiri," kata Trenggono ditemui di Pelabuhan Ikan Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu (27/12).

Lebih lanjut, ia menilai ada alasan tersendiri mengapa banyak orang mencari dan menjual benih lobster, apalagi nelayan. Cuma menurutnya, keberlanjutan keberadaan lobster juga harus diperhatikan.

Ia ingin agar lobster tidak habis sebagai sumber daya alam selama 25-100 tahun ke depan. "Tapi juga tetap, sustainability jadi hal penting. Itu menurut saya sangat penting sekali. Karena itu adalah untuk kepentingan 25 atau 100 tahun yang akan datang. Jadi tetap akan dievaluasi dan dilihat dulu, dan kajian seperti apa," ungkapnya.


Trenggono juga mengatakan nelayan pun memiliki alasan sendiri mau mencari dan menjual benih lobster. Pertama, di luar negeri memang ada penawarnya.

Kemudian, para nelayan pun butuh hasil penjualannya untuk mendukung kesejahteraannya. "Karena ada dua hal ini, kenapa nelayan itu mencari benih lobster untuk diekspor? Pertama karena ada demand memang dari luar. Yang kedua, mereka butuh kesejahteraan, ini paling utama," ujarnya.

Masih soal keberlanjutan, dia bukan cuma memiliki perhatian kepada lobster saja, namun juga segala jenis hasil perikanan. Trenggono mengatakan keseimbangan jumlah populasi ikan harus dijaga seketat mungkin.

Misalnya, di suatu tempat yang populasi ikannya berlimpah, dia menilai harusnya ada sedikit batasan pengambilan ikan agar keseimbangan populasinya terjaga. "Saya betul-betul concern bukan hanya lobster saja tapi juga populasi ikan. Populasi ikan harus bisa dimonitor ada di mana dan keseimbangan jumlah harus dijaga, jadi kalau jumlahnya kita hanya boleh mengambil 25% atau 50% katakanlah misalanya dari populasi," paparnya.

"Populasi itu ada di mana dan di situ yang akan kita kerjakan, sehingga sustainability terhadap sumber daya ikan dan seluruh biota laut terjaga dengan baik," sambungnya.

Seperti yang telah diketahui, kebijakan ekspor benih lobster ini sempat dilarang pada era Menteri Susi Pudjiastuti. Namun, kembali diberlakukan pada masa Edhy Prabowo yang akhirnya mengantarkannya ke balik jeruji besi.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait