Soal Afirmasi Hak Beragama, Menag Yaqut Diminta Lebih Hati-Hati Buat Pernyataan
Nasional

Anggota Komisi VIII Bukhori Yusuf meminta agar Yaqut lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan. Ia menyarankan agar Yaqut bisa belajar dari Menag-Menag sebelumnya

WowKeren - Pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) yang disebut-sebut bakal mengafirmasi hak beragama Syiah dan Ahmadiyah menuai sorotan. Anggota Komisi VIII Bukhori Yusuf meminta agar Yaqut lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan. Khususnya pernyataan dalam bidang agama, ia menyarankan agar Yaqut bisa belajar dari Menag-Menag sebelumnya.

"Kami mengharap memang (Menag) lebih berhati-hati ke depan," kata Bukhori dilansir Republika, Senin (28/12). "Dalam menyampaikan berbagai statemen khususnya berkenaan dengan masalah-masalah agama agar bisa belajar dari menteri-menteri agama sebelumnya."

Sebelumnya, Menag sudah memberikan klarifikasi terkait pernyataan yang mengundang sorotan itu. Menurut Bukhori, jika Kementerian Agama ingin melindungi dan memfasilitasi hak-hak kelompok Syiah dan Ahmadiyah sebagai warga negara, maka Kemenag juga diharapkan melindungi hak-hak kelompok mayoritas. Terlebih lagi dua minoritas tersebut dianggap memiliki ideologi yang berseberangan dengan mayoritas umat Islam pada umumnya.


"Jadi bukan hanya dua kelompok saja," ujarnya melanjutkan. "Karena jika hanya dua kelompok tetap menyisakan pertanyaan mendasar yang berpotensi mengistimewakan dua kelompok tersebut padahal dua kelompok ini jelas-jelas bertentangan ideologinya dengan ideologi mayoritas umat Islam."

Sebelumnya, Yaqut mengatakan jika tidak boleh ada kelompok beragama minoritas yang terusir dari kampung halaman mereka karena perbedaan keyakinan. "Mereka warga negara yang harus dilindungi," kata Yaqut saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (24/12).

Lalu kekinian, Menag memberikan klarifikasi mengenai pernyataannya itu. Yang dimaksud mengafirmasi tersebut adalah memfasilitasi untuk melakukan dialog.

Karena menurutnya selama ini memang belum pernah dilakukan dialog dengan kelompok Syiah maupun Ahmadiyah. "Perlu dialog lebih intensif untuk menjembatani perbedaan. Kemenag akan memfasilitasi," ujar Yaqut.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait