Ribuan orang mengantarkan kepergian Habib Hasan yang dikebumikan di lingkungan Masjid Agung Al-Anwar, Pasuruan, pada Minggu (27/12). Juru bicara Satgas COVID-19 Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat, buka suara.
- Bertilia Puteri
- Senin, 28 Desember 2020 - 13:42 WIB
WowKeren - Kepergian Habib Hasan bin Muhammad bin Hud Assegaf pada Minggu (27/12) membuat umat Islam di Kota Pasuruan, Jawa Timur, berduka. Ribuan santri dan umat mengantarkan kepergian Habib Hasan yang dikebumikan di lingkungan Masjid Agung Al-Anwar, Pasuruan.
Ribuan pelayat berdesakan untuk bisa masuk ke masjid demi mengikuti salat jenazah dan memberikan penghormatan terakhir kepada Ulama kharismatik tersebut. Masjid dua lantai tersebut dipenuhi jemaah hingga meluber ke jalan hingga sisi barat alun-alun.
Menanggapi kerumunan yang terbentuk di pemakaman Habib Hasan, Satuan Tugas COVID-19 Kota Pasuruan pun buka suara. Menurut juru bicara Satgas COVID-19 Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat, hal tersebut berada di luar dugaan lantaran para pelayat datang tanpa direncanakan.
"Kejadian seperti hari ini pada pemakaman Habib Hasan memang di luar dugaan kami," ungkap Kokoh dilansir detikcom pada Senin (28/12). "Beliau memang tokoh agama yang disegani sehingga masyarakat dalam jumlah yang sangat besar ingin mengikuti pemakaman beliau."
Kokoh menjelaskan bahwa pihaknya bisa melakukan langkah antisipasi terhadap kegiatan-kegiatan yang direncananakan. Namun lain halnya dengan kegiatan yang tidak direncanakan sebelumnya seperti pemakaman Habib Hasan ini. "Hari ini masyarakat hadir dengan sendirinya tanpa direncanakan sebelumnya, karena memang situasinya berbeda," jelas Kokoh.
Meski berkerumun dan sulit menjaga jarak, Kokoh memastikan bahwa sebagain warga yang hadir dalam pemakaman tersebut telah mengenakan masker. Kokoh berharap agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan terkait penyebaran COVID-19.
"Tapi seperti terlihat di area alun-alun dan sekitarnya, masyarakat yang hadir sebagian sangat besar telah menggunakan masker, meskipun sulit melakukan jaga jarak," ungkapnya. "Kita berharap dan berdoa, agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan terkait penyebaran COVID-19."
Di sisi lain, salah satu putra Habib Hasan, Habib Abdullah bin Hasan bin Muhammad bin Hud Assegaf, mengungkapkan bahwa sang ayah sempat mengeluhkan sakit lambung dan usus pada Senin (21/12) lalu. Habib Hasan akhirnya dibawa ke Rumah Sakit National Hospital, Surabaya. Dokter menemukan adanya pembengkakan pada usus Habib Hasan dan menganjurkannya untuk rawat inap.
Namun Habib Hasan berulang kali melepas tabung oksigennya sendiri dan memaksa minta pulang pada Sabtu (26/12) malam. Lantaran kondisinya memburuk, Habib Hasan dipindah ke ICU. Namun sayang, Ulama tersebut menghembuskan napas terakhir pada Minggu sekitar pukul 02.00 WIB.
(wk/Bert)