Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Fadli Zon lantas menantang Yaqut untuk debat secara terbuka soal populisme Islam. Ajakan debat ini disampaikan Fadli lewat cuitan di akun Twitter resminya.
- Bertilia Puteri
- Senin, 28 Desember 2020 - 14:58 WIB
WowKeren - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sempat menyatakan dirinya tak mau populisme Islam merebak di Tanah Air. Menurut Yaqut, populisme Islam adalah upaya menggiring nilai agama menjadi sebuah norma konflik yang dikhawatirkan mengganggu tatanan negara.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Fadli Zon lantas menantang Yaqut untuk debat secara terbuka soal populisme Islam. Ajakan debat ini disampaikan Fadli lewat cuitan di akun Twitter resminya.
"Ayo kita berdebat di ruang publik apa itu 'populisme', 'populisme Islam' dan apa urusannya Menag ngurusi ini," cuit Fadli pada Minggu (27/12). "Apa tupoksinya?"
Fadli juga sempat membahas tentang pemerinta yang kerap mengaitkan Islam dengan radikalisme, ekstremisme, dengan terorisme. Lewat unggahan di kanal YouTube-nya, Fadli menyatakan tak sepakat dengan cara pemerintah yang dinilainya menstigma pihak-pihak yang berseberangan dengan label radikal.
"Istilah-istilah terorisme dan ekstremisme itu banyak di sini. Saya bisa contohkan," ujar Fadli sembari mengutip buku bertajuk Indonesian Problem: Facts and Factors; What Happened Since the End of the Pacific War yang terbit pada 1947 lalu. "Misalnya Bung Tomo, Soetomo ditulis di sini seorang teroris, pemimpin teroris yang sangat terkenal dan diangkat jadi letnan jenderal tentara republik. Dia orang sangat jahat dan seterusnya."
Oleh sebab itu, Fadli meminta pemerintah untuk menghentikan kebiasaan menyematkan label pada pihak-pihak yang berseberangan. "Hanya akan memecah belah bangsa kita dan mempermudah intervensi pihak lain yang memanfaatkan situasi," pungkas Fadli.
Sebelumnya, Yaqut mengungkapkan tekadnya dalam menghentikan populisme Islam berkembang di Indonesia dalam webinar silaturahmi nasional lintas agama. "Saya tidak ingin, kita semua tentu saja tidak ingin populisme Islam ini berkembang luas sehingga kita kewalahan menghadapinya," ujar Yaqut pada Minggu (27/12).
Menurut Yaqut, salah satu perilaku yang merupakan akar meluasnya populisme Islam adalah intoleransi. Ia tak menampik bahwa paham semacam itu berkembang di tengah masyarakat dalam beberapa tahun terakhir yang berujung pada mengatasnamakan dan menyeret agama sebagai sumber konflik.
(wk/Bert)