Sudah Kantongi Izin Edar, GeNose Ternyata Lemah dengan Rokok dan Petai
Nasional

GeNose sendiri kurang memberikan hasil yang optimal jika dipakai pada orang yang merokok atau mengonsumsi makanan berbau menyengat seperti petai atau durian

WowKeren - Alat tes COVID-19 GeNose buatan anak bangsa telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan. Dalam waktu dekat alat yang menggunakan embusan napas pasien ini siap untuk didistribusikan.

Rencananya, akan ada 5.000 unit yang diproduksi pada Februari 2021 nanti. Kendati demikian, alat ini masih memiliki kekurangan. Epidemiolog asal Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengatakan jika GeNose masih dalam tahap eksperimental.

Terkait izin edar yang dikeluarkan oleh Kemenkes, hal itu hanya berlaku selama satu tahun dan dapat dibatalkan sewaktu-waktu. "Masih perlu penyempurnaan dan uji validasi yang benar," kata Pandu dilansir CNN Indonesia, Selasa (29/12).

GeNose sendiri kurang memberikan hasil yang optimal jika dipakai pada orang yang merokok atau mengonsumsi makanan berbau menyengat seperti petai. Hal ini sudah disampaikan oleh Ketua tim pengembang GeNose, Kuwat Triyana.


Masih dilansir CNN Indonesia, Kuwat menyatakan pasien satu jam sebelum pengetesan dilarang mengonsumsi alkohol. Pasien bisa makan satu jam sebelum pengetesan dilakukan namun dengan syarat makanan yang dikonsumsi bukan yang memiliki aroma kuat seperti jengkol, durian, petai.

Bagi perokok juga sama. Satu jam sebelum pengetesan mereka dilarang merokok. "Ini kan orang Indonesia perokok semua, doyan makan petai jadi GeNose ini untuk apa?" ujar Pandu.

GeNose sendiri, dikatakan Pandu, idenya bukan asli berasal dari Indonesia. Sejumlah negara telah lebih dulu melakukan eksperimen untuk membuat alat deteksi COVID-19 melalui napas.

Seperti Singapura yang sudah dulu melakukannya. Namun negara-negara tersebut urung menggunakannya. Lebih jauh, Pandu menilai jika rapid test antigen atau swab PCR masih menjadi alat deteksi COVID-19 yang paling akurat di dunia.

"Jadi untuk apa kita glorifikasi yang ternyata malah kontra dengan COVID-19," kata Pandu melanjutkan. "Sudah ada antigen, tes PCR. Di negara lain juga sudah ada eksperimen GeNose, cuma diputuskan tidak dipakai."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait