Diketahui, agenda vaksinasi sendiri rencananya akan dimulai pada akhir Januari. Sebab untuk saat ini masih menunggu emergency use authorization (EUA).
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 29 Desember 2020 - 14:53 WIB
WowKeren - Vaksin menjadi komoditas yang digadang-gadang bisa menjadi solusi pandemi COVID-19. Namun, perlu digarisbawahi jika vaksinasi sendiri bukan upaya yang mudah dilakukan, termasuk di Indonesia.
Diketahui, agenda vaksinasi sendiri rencananya akan dimulai pada akhir Januari. Sebab untuk saat ini masih menunggu emergency use authorization (EUA). Jubir vaksinasi corona dari Kemenkes dr Siti Nadia Tarmidzi, mengatakan jika Indonesia menargetkan sebanyak 107 juta orang untuk divaksin.
Untuk melancarkan agenda tersebut pemerintah telah mempersiapkan 29 ribu tenaga kesehatan untuk menjadi vaksinator. Dengan asumsi satu vaksinator bisa menyuntik antara 20 hingga 40 orang maka artinya setiap hari Indonesia bisa menyuntik 1.160.000 orang.
Jika vaksinasi dilakukan setiap hari dengan asumsi penghitungan di atas, maka proses vaksinasi di Indonesia saat ini yakni 1,1 juta orang per hari sehingga dalam 3 bulan bisa selesai. Ahli Wabah dari Universitas Indonesia, Pandu Riono, ikut menanggapi hal ini.
Menurutnya, target tiga bulan itu tidak akan tercapai jika melihat faktor yang ada di lapangan saat ini. "Memang vaksinnya ada sebanyak itu?" kata Pandu, Senin (28/12).
Untuk menunjang keberhasilan vaksinasi, ada empat faktor yang mempengaruhi. Selain stok vaksin, alur distribusi juga harus diperhatikan. Begitu juga dengan kesiapan SDM yang akan diterjunkan di lapangan sebagai vaksinator hingga sosialisasi ke masyarakat.
Lebih jauh, ia menyebut jumlah ideal yang harus divaksin adalah sekitar 85 persen dari total jumlah penduduk. Dengan catatan prioritas diberikan pada mereka yang lebih berisiko. "Tidak perlu merata, cukup 85 persen penduduk. Tetap ada prioritasisasi pada mereka yang berisiko dahulu," ucap Pandu.
Dengan melihat kemampuan Indonesia saat ini, waktu paling cepat yang dibutuhkan untuk memvaksin 85 persen penduduk tersebut adalah sekitar satu tahun. "12-18 bulan," pungkasnya.
(wk/zodi)