Menteri Sosial Tri Rismaharini merancang mekanisme baru untuk distribusi bansos. Langkah ini diambil usai terbongkarnya kasus dugaan suap bansos COVID-19 yang menjerat mantan Mensos Juliari Batubara.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 29 Desember 2020 - 15:11 WIB
WowKeren - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkapkan adanya pembaharuan distribusi bantuan sosial (bansos) sembako demi mencegah penyelewengan. Langkah ini diambil usai terbongkarnya kasus dugaan suap bansos COVID-19 yang menjerat mantan Mensos Juliari Batubara.
"Sembako, nanti akan kita adakan mungkin Januari, harus segera pada bulan Februari ada mekanisme kita perbaharui yang lebih mudah namun kita lebih detail," ungkap Risma pada Selasa (29/12). Menurut Risma, penerima bansos akan dimintai laporan setelah menerima sembako dalam mekanisme baru ini.
Dengan demikian, penerimaan bansos sembako dapat dipastikan sesuai dan tidak ada pemotongan. Risma berharap tak ada lagi penyelewengan dengan mekanisme bansos yang baru ini.
"Ada feedback. Jadi bukan hanya agar kami mudah memberikan laporan tapi dengan pelaporan penerima bantuan kami harapkan tidak ada lagi yang memotong karena laporan akan masuk di kami," kata Risma. "Setiap penerima bantuan akan ada mekanisme laporan yang lebih detail sehingga kita berharap tidak ada pemotongan dan penyelewengan bantuan."
Sebagai informasi, kasus dugaan korupsi dana bansos sembako COVID-19 yang melibatkan Juliari merupakan bansos yang didistribusikan di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Usai kasus dugaan korupsi ini terbongkar, skema bansos sembako di Jabodetabek diubah menjadi Bantuan Sosial Tunai (BST). Namun demikian, pemerintah Indonesia tetap akan mendistribusikan bansos sembako non-corona untuk wilayah di luar Jabodetabek.
Sementara itu, pemberian BST juga akan terus dipantau oleh pemerintah. Risma menyatakan mekanisme ke depannya akan memastikan BST tersebut dimanfaatkan dengan baik.
"Bahwa tidak ada lagi pembelian rokok dan kami akan pantau, karena Insya Allah Februari kami siapkan alat atau tools untuk kami akan mengetahui belanja apa saja yang akan dibelanjakan," papar Risma. "Karena itu kita berharap sekali lagi, karena itu akan berpengaruh terhadap rencana-rencana yang sudah dilakukan pemerintah, jangan kemudian beli rokok dan kemudian menjadi sakit
Nantinya, Kemensos akan menerbitkan surat edaran yang berisi rincian daftar kebutuhan yang bisa dibelanjakan dengan BST. "Kami akan buatkan edaran untuk belanja apa saja yang bisa digunakan," pungkas Risma.
(wk/Bert)