Naik Lagi! Zona Merah COVID-19 Melonjak Nyaris 80 Daerah, Imbas Libur Panjang?
Twitter/arisrmd
Nasional

Jubir Satgas COVID-19 menyebut jumlah zona merah alias risiko tinggi penyebaran virus Corona di Indonesia bertambah sebanyak 16 kabupaten/kota hanya dalam sepekan.

WowKeren - Wabah COVID-19 di Indonesia boleh dibilang semakin mengerikan. Setelah sejumlah nama-nama besar Indonesia dikonfirmasi positif terinfeksi virus Corona, jumlah zona dengan risiko penyebaran tinggi alias zona merah juga terus bertambah jumlahnya.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi persnya Selasa (29/12) kemarin. Dalam kesempatan itu, Wiku mengungkap tambahan hingga 16 zona merah dalam sepekan dan menyayangkan situasi tersebut.

"Pada minggu ini terjadi peningkatan yang cukup tinggi pada zona risiko tinggi," ujar Wiku, dilansir dari laman resmi covid19.go.id, Rabu (30/12). "Jika pada minggu sebelumnnya (zona merah) terdapat 60 kabupaten/kota, pada minggu ini angkanya bertambah menjadi 76 kabupaten/kota."

Peningkatan zona merah ini memang tak diikuti dengan penambahan jumlah zona oranye alias risiko sedang. Satgas COVID-19 menyebut jumlah zona oranye malah menurun meski hanya berkurang 1 daerah dibandingkan pekan sebelumnya, yakni menjadi 377.


Namun jumlah zona kuning alias risiko rendah COVID-19 juga mengalami penurunan dari 64 berkurang menjadi 48 kabupaten/kota. Sedangkan jumlah zona hijau, baik dari kategori tidak ada kasus baru maupun daerah tidak terdampak COVID-19 jumlahnya tetap yakni masing-masing 8 daerah.

Data ini pun menunjukkan bahwa kestabilan suatu kabupaten/kota dalam mempertahankan status zona risikonya masih sangat tinggi, menandakan bahwa penularan virus Corona juga masih cukup tinggi di tengah masyarakat. Karena itulah Wiku meminta temuan ini menjadi bahan evaluasi masing-masing daerah.

Sebab bila dilihat sejak pekan pertama bulan November 2020, angka zona-zona risiko utamanya untuk risiko tinggi cenderung terus meningkat. Hal ini selaras dengan peningkatan kasus aktif, kasus positif, serta kasus meninggal.

Lantas apakah ini juga terkait dengan libur panjang? Bila dikaitkan dengan libur panjang Natal dan Tahun Baru tentu saja belum terlihat. Pemerintah sendiri memperkirakan dampak dari libur panjang ini tercermin dengan lonjakan kasus positif COVID-19 pada awal Januari 2021 mendatang.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait