Teknologi ini membuat proses validasi data menjadi lebih mudah. Penumpang hanya tinggal melakukan otentifikasi wajah untuk melalui proses keberangkatan di bandara
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 31 Desember 2020 - 08:16 WIB
WowKeren - PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II akan segera mengembangkan sistem pengenalan wajah untuk proses validasi data penumpang. Untuk rencana ini, AP II menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil).
Dengan adanya teknologi ini akan membuat proses validasi data menjadi lebih mudah. Penumpang hanya tinggal melakukan otentifikasi wajah untuk melalui seluruh proses keberangkatan di bandara.
"Nantinya, kami akan mengembangkan proses validasi menggunakan biometric facial recognition yang didukung oleh basis data dari sistem Ditjen Dukcapil," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Kamis (31/12). "Sehingga penumpang bisa melewati seluruh proses keberangkatan dan kedatangan di bandara hanya dengan otentifikasi wajah."
Sebelum layanan ini diterapkan, terlebih dahulu dukungan validasi data dari Ditjen Dukcapil bisa dimanfaatkan untuk penggunaan QR Code oleh calon penumpang pesawat. Dengan layanan ini pemeriksaan identitas secara manual bisa dikurangi sekaligus mendukung layanan nirsentuh di bandara.
Teknologi QR Code dan facial recognition ini nantinya akan terlebih dahulu dicoba di Bandara Banyuwangi dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan jika data yang dimiliki Ditjen Dukcapil punya fitur pengenalan wajah maupun sidik jari.
Dengan adanya dua teknologi ini maka bisa menghindari ketimpangan data atau ketika terjadi data digunakan oleh orang lain. Sebab, masing-masing individu memiliki karakteristik wajah yang berbeda.
"Fitur spesifik seperti sidik jari kemudian mengenal wajah atau facial recognition itu akan dapat mengetahui (penumpang pesawat)," kata Tito. "Sehingga tidak akan terjadi double (data digunakan orang lain) sebetulnya karena setiap orang memiliki spesifik tersendiri, wajah maupun fingerprint."
(wk/zodi)