Dinkes Boyolali melaporkan temuan klaster penyebaran virus corona di panti perawatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Setidaknya puluhan orang terinfeksi COVID-19 dan ada korban jiwa.
- Ruth Meliana
- Kamis, 31 Desember 2020 - 12:36 WIB
WowKeren - Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali melaporkan klaster penyebaran virus corona terbaru di wilayahnya. Klaster COVID-19 ini berasal dari panti tempat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dirawat.
Setidaknya puluhan ODGJ dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Rinciannya sebanyak 25 orang positif COVID-19 usai menjalani pemeriksaan tes PCR. Sedangkan 7 orang lainnya mendapatkan hasil reaktif dari pemeriksaan rapid test antigen. Dari jumlah tersebut, 2 orang dinyatakan meninggal dunia.
”Untuk klaster ini memang ada beberapa klaster yang cukup menonjol, salah satunya klaster yang berasal dari Panti Budi Makarti,” kata Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina seperti dilansir dari Detik pada Rabu (30/12). “Dimana panti tersebut itu merawat orang dengan gangguan jiwa.
”Kemudian ternyata salah satu penghuninya itu ada yang positif COVID dan meninggal dunia,” sambungnya. “Saat ini yang sudah terkonfirmasi positif (COVID-19) itu ada 25 yang berasal dari pemeriksaan PCR dan ada 7 yang berasal dari pemeriksaan rapid antigen.”
Ratri menjelaskan pihaknya terus melakukan tracing dari Panti Budi Makarti itu yang terletak di Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota. Ia menjelaskan selain ODGJ, ada juga karyawan di panti tersebut yang terpapar virus corona.
Dalam kesempatan ini, Ratri juga melaporkan klaster COVID-19 yang tersebar di Boyolali. Sejauh ini, klaster virus corona masih didominasi oleh klaster keluarga dan tempat kerja. “Saat ini kurang lebihnya ada 12 klaster yang masih aktif,” terang Ratri.
Sementara itu, kasus COVID-19 di Boyolali hingga 29 Desember 2020 total telah mencapai 3.191 orang. Rinciannya, sebanyak 148 orang menjalani perawatan dan 541 orang menjalani isolasi mandiri. Lalu 2.404 orang dinyatakan telah sembuh, dan 98 orang meninggal dunia.
”Khusus hari kemarin (Selasa, 29/12/2020) ini pertambahannya cukup melonjak tinggi sebanyak 114 kasus,” lapor Ratri. “Sehingga total selama 7 hari terakhir, dari tanggal 23 sampai 29 Desember (2020) ada tambahan 403 kasus baru di Boyolali, terdistribusi di 22 kecamatan, komplit (seluruh) kecamatan ada semua, terbanyak Kecamatan Boyolali.”
(wk/lian)