'Sulawesi Utara' Trending Usai Gempa 7,1 M, Bikin Talaud Gelap Gulita Hingga Ikut Dirasakan Filipina
Twitter/infoBMKG
Nasional
Gempa 7 SR Guncang Sulut

Gempa bumi dengan magnitudo 7,1 terjadi di Sulawesi Utara dengan titik pusatnya terletak di perbatasan laut Filipina dan Indonesia. Sejauh ini belum ada korban jiwa yang dilaporkan.

WowKeren - Pulau Sulawesi kembali diguncang gempa. Pada Kamis (21/1) malam dilaporkan Sulawesi Utara diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 di Timur Laut Melonguane, Kepulauan Talaud.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan otoritas terkait melaporkan berbagai kerusakan bangunan yang terjadi, namun sejauh ini belum ada korban jiwa. Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi tidak berpotensi tsunami, perhatian masyarakat Indonesia tetap menyita perhatian hingga menjadi trending topic Twitter Indonesia.

\'Sulawesi Utara\' Trending Usai Gempa 7,1 M, Bikin Talaud Gelap Gulita Hingga Ikut Dirasakan Filipina

Twitter

Banyak yang mengungkap duka dan harapan semoga gempa tidak menimbulkan korban jiwa. Mereka juga berharap masyarakat Sulut tetap tenang dan siaga, senada denan yang disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Talaud, Yohanis BK Kamagi.

Menurut penuturan Kamagi, saat ini dilaporkan banyak terjadi kerusakan. Namun kondisi di lapangan sedikit terhalang lantaran terjadi pemadaman aliran listrik demi mencegah timbulnya dampak lain.


"Ada sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan serius. Seluruh perangkat Lurah, Camat dan aparat pemerintah desa diminta untuk mendata dan melaporkan kerusakan," kata Kamagi, Kamis (21/1). "Namun, memang agak sedikit terhambat, karena usai gempa terjadi, saat ini kondisi di Talaud gelap gulita karena listrik padam."

"Sejauh ini belum ada aktivitas untuk tindakan pengungsian warga masyarakat ke tempat lebih aman, dikarenakan tidak berpotensi tsunami. Namun kami dan masyarakat tetap dalam kondisi standby siaga," imbuhnya, dilansir dari Manado Bacirita jaringan Kumparan.

Kamagi juga mengimbau warga di wilayah pesisir untuk mengikuti semua tanda tempat perlindungan dan jalur evakuasi yang sudah terpasang di setiap desa. "Pada prinsipnya warga tetap siaga. Kami pemerintah melakukan pemantauan terus menerus atas tanda-tanda gempa susulan dan tsunami," pungkas Kamagi.

Di sisi lain, gempa ini pun rupanya ikut mengguncang Filipina. Dilansir AFP, pemadaman listrik dilakukan di Kota Jose Abad Santos, Davao Occidental, yang memang dekat dengan titik pusat. Gempa pun membuat warga langsung berhamburan keluar.

"Dari sudut pandang kami di kantor polisi, kami melihat banyak penduduk bergegas keluar," terang Kepala Polisi Kapten Glabynarry Murillo. "Kami juga bergegas keluar karena kantor polisi adalah gedung tiga lantai."

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno sendiri menyebut gempa bumi berjenis menengah ini terjadi karena aktivitas subduksi lempeng Filipina. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," jelas Bambang.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts