Waduh! Padahal Cuma Berjarak 3,5 KM dari Merapi, Warga Kemalang Nekat Tinggalkan Pengungsian
Reuters
Nasional
Erupsi Gunung Merapi

Warga Kemalang, Klaten, menilai situasi erupsi Merapi sudah mereda sehingga setiap pagi hingga sore kembali ke rumah. Mereka mengaku sudah bosan di pengungsian.

WowKeren - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menetapkan radius bahaya atas erupsi Gunung Merapi mencapai 5 kilometer. Hal ini tak lepas dari lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif yang bisa menjangkau hingga radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Namun peringatan tersebut tak menyurutkan niat pengungsi dari Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah yang hanya berjarak 3,5 kilometer dari Merapi untuk kembali ke rumah masing-masing. Mereka nekat meninggalkan pengungsian yang sudah ditempati selama 3 bulan terakhir setiap pagi sampai sore demi mengurusi ternak sapi agar tidak kelaparan saat ditinggal mengungsi.

Selain itu, warga rupanya juga menilai kondisi Merapi sudah mereda. Padahal, sebagai pengingat, beberapa waktu lalu Merapi baru saja "memuntahkan" hujan abu pekat hingga awan panas sejauh 3 kilometer.

"Kami memilih kembali ke rumah untuk mengurusi ternak dan sebagian bertani karena di pengungsian," terang salah seorang pengungsi Merapi, Darsinah seperti dilansir dari iNews, Jumat (29/1). "Namun jika kondisi kembali memanas, kami tetap bersiap untuk kembali ke lokasi pengungsian secara mandiri."


Beberapa pengungsi dari Dusun Kalitengah Lor, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta juga melakukan hal serupa. Pengungsi ini pulang usai BPPTKG menyebut guguran awan panas cenderung ke arah barat daya.

"Sebelumnya saat terjadi erupsi dan awan panas guguran Merapi pada 27 Januari, sebanyak 41 warga Kalitengah Lor kembali diungsikan ke barak Glagaharjo," tutur Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan, dikutip dari Antaranews. "Namun sekarang semuanya sudah pulang ke rumah masing-masing."

Otoritas berwenang memberi izin para pengungsi untuk kembali ke rumah karena berada di lereng Merapi sisi timur, berbeda dengan arah guguran awan panas yang dominan ke arah barat daya. "Namun jika dalam perkembangannya kondisi di Dusun Kalitengah Lor dirasa tidak aman, maka warga di dusun tersebut diungsikan kembali ke barak Glagaharjo," tegas Makwan.

Namun saat ini warga kelompok rentan tetap diungsikan ke barak pengungsian. "Saat ini di barak pengungsian Purwobinangun terdapat sebanyak 159 pengungsi dari Dusun Turgo," pungkas Makwan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts