Setya Novanto 'Alih Profesi' Jadi Petani di Lapas Sukamiskin, Kok Bisa?
Nasional

Dalam foto tersebut, Setnov tampak mengenakan caping alias topi petani dan atasan putih. Tangan terpidana kasus E-KTP tersebut tampak memegang sabit dan padi yang sudah dipotong.

WowKeren - Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto "beralih profesi" menjadi petani di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Bagaimana bisa?

Rupanya, Pos Kerja Pertanian Lapas Sukamiskin baru saja menggelar kegiatan panen raya padi perdana pada Kamis (28/1) kemarin. Setnov pun turut terjun untuk menggarap lahan pertanian yang berada di area blok lapas khusus koruptor itu. Potret Setnov sebagai petani pun tampak dalam foto yang diunggah ke akun Instagram @lapas1sukamiskin.

Dalam foto tersebut, Setnov tampak mengenakan caping alias topi petani dan atasan putih. Tangan terpidana kasus E-KTP tersebut tampak memegang sabit dan padi yang sudah dipotong.

Lapas Sukamiskin

Instagram


Ditjen Pemasyarakatan (Pas) turut angkat bicara soal Setnov yang bertani di sawah tersebut. Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen Pas Rika Aprianti, hal itu merupakan bagian dari salah satu program pembinaan di lapas.

"Terlepas dari apa pun status atau profesi Setnov dan warga binaan korupsi lainnya, mereka sama, memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan warga binaan di seluruh Indonesia di lapas dan rutan, salah satunya adalah mendapatkan pembinaan," jelas Aprianti dilansir detikcom pada Jumat (29/1). "Salah satunya ini adalah pembinaan kemandirian dan kegiatan keterampilan dan kegiatan kerja di bidang pertanian. Itu menjadi hak bagi Setnov atau narapidana koruptor dan warga binaan selama menjalani pidana di lapas, dalam hal ini di lapas korupsi."

Aprianti menjelaskan bahwa setiap warga binaan di lapas atau rutan memiliki hak dan kewajiban untuk mendapatkan pembinaan. Pembinaan tersebut terdiri dari dua jenis, yakni pembinaan kepribadian dan kemandirian.

Pembinadaan kepribadian berkaitan dengan intelektual, spiritual, dan keagamaan. "Pembinaan kemandirian adalah pembinaan yang diberikan kepada warga binaan untuk membentuk mereka menjadi lebih mandiri kaitannya dengan kegiatan kemandirian dengan kegiatan kerja dan skill," papar Aprianti.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait