Kemenkes Sebut Vaksin Sinovac Hampir Tak Mungkin Sebabkan Orang Terinfeksi Corona
Government of the State of Sao Paulo/Divu
Nasional

Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, menyebut temuan ini akan tetap dilaporkan sebagai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

WowKeren - Dua kepala daerah yang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin corona buatan Sinovac dilaporkan positif terpapar COVID-19. Mereka adalah Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna dan Bupati Sleman DIY Sri Purnomo.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, menjamin bahwa vaksin Sinoac hampir tidak mungkin membuat seseorang terinfeksi corona. "Vaksin Sinovac adalah vaksin berisi virus mati atau inactivated. Jadi hampir tidak mungkin menyebabkan seseorang terinfeksi," tegas Nadia dilansir CNN Indonesia, Senin (1/2).

Meski demikian, Nadia mengingatkan bahwa orang yang telah menerima suntikan vaksin Sinovac tak lantas bisa bebas dari infeksi COVID-19. Pasalnya, pembentukan antibodi usai divaksinasi masih membutuhkan proses.


Oleh sebab itu, Nadia menegaskan bahwa masyarakat yang telah menerima vaksinasi corona tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). "Seseorang bisa terpapar covid-19 walau sudah divaksinasi," ungkap Nadia.

Lebih lanjut, Nadia memaparkan bahwa penyuntikan vaksin corona Sinovac yang idealnya diberikan dalam dua dosis juga berpengaruh terhadap cara kerja vaksin. Nadia menjelaskan bahwa beberapa vaksin seperti vaksin cacar air dan hepatitis A juga memerlukan dua dosis untuk membentuk antibodi dan mencegah infeksi.

"Dari awal juga sudah ditekankan bahwa vaksinasi COVID-19 memang membutuhkan dua kali dosis penyuntikan," jelas Nadia. "Sebab sistem imun perlu waktu lewat paparan yang lebih lama untuk mengetahui bagaimana cara efektif melawan virus."

Adapun Bupati Sleman dan Wakil Wali Kota Depok diduga Nadia mendapat dosis vaksin pertama ketika dalam masa inkubasi atau sudah terpapar virus corona namun belum bergejala. Pasalnya, tutur Nadia, gejala virus umumnya muncul sekitar 5-6 hari setelah terinfeksi. Namun demikian, temuan ini disebut Nadia akan tetap dilaporkan sebagai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait