Sebagai informasi, BSI merupakan hasil penggabungan alias merger anak usaha tiga badan usaha milik negara (BUMN). Yakni PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT Bank BNI Syariah.
- Bertilia Puteri
- Senin, 01 Februari 2021 - 14:13 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo dijadwalkan meresmikan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) pada Senin (1/2) hari ini. Dalam undangan, acara persemian akan dilakukan di Istana Negara.
Sebagai informasi, BSI merupakan hasil penggabungan alias merger anak usaha tiga badan usaha milik negara (BUMN). Yakni PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT Bank BNI Syariah.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya telah merestui merger ketiga bank syariah pelat merah tersebut pada Rabu (27/1) pekan lalu. OJK juga telah mengizinkan bank hasil merger tersebut untuk menggunakan nama BSI.
Untuk menjalankan bisnisnya, BSI akan menggunakan izin usaha BRI Syariah. Oleh sebab itu, BSI harus mengurus perubahan anggaran dasar di Kementerian Hukum dan HAM serta perubahan atau pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Izin perubahan nama dengan menggunakan izin usaha PT Bank BRI Syariah Tbk, menjadi izin usaha atas nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk sebagai bank hasil penggabungan," ujar Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam keterangan resmi.
Setelah merger dilakukan, BSI tercatat memiliki modal inti perusahaan senilai Rp 20,4 triliun dan aset sebesar Rp 214,6 triliun. Mayoritas saham BSI akan dipegang oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai induk dari Bank Mandiri Syariah dengan total kepemilikan sebesar 51,2 persen.
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk BNI Syariah memegang saham sebesar 25 persen dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk BRI Syariah sebesar 17,4 persen. Kemudian DPLK BRI-saham syariah 2 persen, serta publik 4,4 persen.
Menurut Direktur Utama BSI Hery Gunardi, jumlah karyawan perusahaan anyar ini diperkirakan akan mencapai 20 ribu orang. Dengan 268 unit cabang dan 852 unit cabang pembantu.
Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan bahwa merger tiga bank syariah ini ditargetkan rampung pada Februari 2021. "Kami bersyukur tiga bank yang akan di merger telah melakukan penandatanganan akta penggabungan di mana ini merupakan langkah awal untuk legal merger yang sedianya akan terjadi pada Februari 2021," kata Kartika.
(wk/Bert)