Kasus Corona Jabar Meledak dan Cetak Rekor, Ridwan Kamil: Data Kacau
Nasional

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan penyebab mengejutkan kasus virus corona (COVID-19) di Jawa Barat meledak hingga sempat mencetak rekor tertinggi.

WowKeren - Jawa Barat telah melaporkan ledakan kasus virus corona hingga mencetak rekor tertinggi. Gubernur Jabar Ridwan Kamil lantas menjelaskan penyebab tingginya kasus COVID-19 di wilayah pemerintahannya dikarenakan masalah data yang kacau.

Ridwan Kamil mengatakan data kasus corona di Jabar yang dilaporkan setiap hari tidak akurat. Ia mencontohkan Jabar mencetak rekor kasus baru hampir 4.000 kasus beberapa hari yang lalu. Padahal, 2.000 kasus COVID-19 yang dilaporkan di hari itu merupakan kasus lama yang bercampur.

”Kalau ada laporan kasus masih menjadi perdebatan karena bercampur dengan kasus lama,” kata Ridwan Kamil seperti dilansir dari CNBCIndonesia, Senin (01/02). “Empat hari yang lalu Jabar kasusnya 3.000 dan hampir 2.000 kasus lama.”

”Jadi kalau disebut hari ini ada lonjakan ya tidak juga. Saya juga bingung itu laporan H-5,H-7, sampai H-14,” sambungnya. “Itulah kenapa saya sampaikan tolong diperbaiki karena nanti status merah, orange, kuning jadi kacau.”


Mantan Wali Kota Bandung ini menyebut ketidakuratan data berpengaruh pada masalah keterisian rumah sakit. Menurutnya, jika data bisa tertunda selama itu, maka artinya banyak juga kasus pasien COVID-19 yang telah sembuh.

Dalam kesempatan ini, Ridwan Kamil juga memerintahkan agar warganya yang terinfeksi virus corona tidak melakukan isolasi mandiri di rumah. Sebagai gantinya, pihaknya akan menyiapkan tempat karantina yang dikelola setiap pemerintah kota/kabupaten di Jabar.

”Tingkat keterisian RS tidak bisa dibohongi itu nyata, saya titip kepada kepala daerah untuk COVID-19 harus 30 persen,” jelas Ridwan Kamil. “Kalau sebuah RS punya 300 bed, itu 100 bed wajib untuk COVID-19.”

”Kita mengubah strateginya karena kalau kita energinya habis di ujung proses yakni rumah sakit tidak akan menyelesaikan secara fundamental,” sambungnya. “Hari ini tingkat keterisian rumah sakit selalu penuh dan tidak bisa dibohongi.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait