Faktor Alam dan Cuaca Diduga Jadi Biang Kerok Tol Cipali KM 122 Amblas
Twitter/KemenPU
Nasional

Kementerian PUPR dan PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku operator tol pun dipastikan tengah berupaya menangani ambalasnya ruas Tol Cipali KM 122 arah Jakarta tersebut.

WowKeren - Ruas Tol Cipali KM 122 arah Jakarta diketahui amblas pada Senin (8/2) lalu. Menurut Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), amblasnya jalan tol ini terjadi akibat faktor alam dan cuaca.

"Kejadian pergerakan tanah di Jalan Tol Cipali kilometer 122 terjadi akibat adanya gerusan lereng badan jalan tol yg dipicu oleh curah hujan tinggi," ungkap Danang dilansir Republika, Rabu (10/2). Kementerian PUPR dan PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku operator tol pun dipastikan tengah berupaya menangani longsoran tersebut.

Salah satu caranya adalah dengan memasang sheet pile di sisi median untuk proteksi lajur A dari arah Jakarta menuju Semarang. "Selain itu juga dilakukan proteksi potensi gerakan di lokasi sliding," kata Danang.

Sementara itu, Kementerian PUPR melalui media sosialnya juga mengungkapkan langkah lain dalam menangani jalan amblas ini. Yaitu dengan membangun dua jalur sementara sepanjang 200 meter dengan waktu pengerjaan 10 hari.


Langkah Penanganan Jalan Amblas

Twitter/@KemenPU

Selain itu, akses (sodetan) sementara untuk menuju contraflow lajur A juga akan dibangun dengan waktu pengerjaan selesai dalam 3 hari. "Pengguna jalan dihimbau untuk selalu berhati-hati, menaati rambu lalu lintas serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan melalui jalan tol," cuit Kementerian PUPR pada Selasa.

Di sisi lain, jalan amblas ini mengakibatkan kepadatan kendaraan di Tol Cipali arah Jakarta. "Untuk ruas Cipali ada kepadatan karena ada informasi longsor yang ke Jakarta, namun informasinya diberlakukan contra flow," ujar petugas call center Jasa Marga, Rina, pada Rabu pagi ini.

Menurut Rina, kepadatan terjadi sekitar 7 kilometer. Contraflow atau sistem lawan arus diberlakukan di KM 127. "Untuk padat kurang lebih di KM 134 sampai KM 127," ungkapnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts