Antisipasi Kemacetan Saat Imlek, Polda Metro Jaya Bakal Lakukan Sejumlah Upaya Ini
Pixabay/Ri_Ya
Nasional
Imlek 2021

Jelang libur Imlek, arus lalu lintas diperkirakan mengalami lonjakan sejak Kamis (11/2) hari ini. Untuk mengantisipasi kemacetan, Polda Metro Jaya akan melakukan sejumlah upaya ini.

WowKeren - Puncak perayaan Imlek tahun ini jatuh pada Jumat (12/2) besok. Karena diikuti oleh libur panjang pada Sabtu (13/2) dan Minggu (14/2), arus lalu lintas diprediksi akan mengalami peningkatan mulai Kamis (11/2) hari ini.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kombes Sambodo Purnomo Yogo selaku Dirlantas Polda Metro Jaya. "Mulai hari Kamis ini, diperkirakan akan ada lonjakan arus penumpang menuju ke arah timur," kata Sambodo seperti dilansir dari CNNIndonesia pada Kamis (11/2).

Untuk mengantisipasi kemacetan, kepolisian telah menyiapkan sejumlah pos keamanan di berbagai titik. Di sepanjang jalan tol Jakarta-Cikampek, pos keamanan ditempatkan di KM 10, KM19 rest area serta KM 29.

Di KM 10, polisi akan memberlakukan sistem buka tutup untuk mengantisipasi kecelakaan atau kemacetan. Kemudian untuk KM 29, pihaknya akan menerapkan sistem contra flow jika terjadi kepadatan lalu lintas.


Sedangkan di KM 19, pihaknya akan menyediakan layanan swab antigen secara drive thru untuk para pengendara. Kuota yang tersedia per harinya adalah sebanyak 100-200 tes swab antigen.

Lebih lanjut, Sambodo memaparkan jika pihaknya akan menyiapkan sekitar 350 personel untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar tempat ibadah umat Konghucu. Langkah ini terutama untuk mengurangi kemacetan dan kerumunan selama libur panjang Imlek.

"Kita sudah mendata klenteng-klenteng vihara yang biasanya dijadikan tempat-tempat perayaan agama. Itu juga akan ditempatkan juga anggota untuk melaksanakan pengaturan-pengaturan lalu lintas di lokasi," pungkasnya.

Sementara itu, pemerintah telah mengimbau umat Konghucu untuk merayakan Imlek secara virtual. Imbauan ini kemudian ditanggapi secara positif oleh Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin).

"Menyadari itu melihat bahayanya COVID, maka Matakin dari awal sudah mengimbau agar perayaan Imlek dilaksanakan dari rumah. Nah, pada saat tanggal 12 (Februari) malam, itu harus ada, kan mau ke klenteng kan pasti ramai. Kita imbau di rumah saja," kata Xs. Budi Santoso selaku Ketua Umum Matakin.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts