Bupati Lebak Bakal Dilaporkan ke Polisi Usai Ancam Ingin Santet Moeldoko
Instagram/viajayabaya
Nasional
Isu Kudeta Partai Demokrat

Salah satu pendiri Partai Demokrat yang kini berada di barisan Moeldoko, Hencky Luntungan berniat untuk melaporkan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya atas pernyataannya yang akan menyantet Kepala KSP Moeldoko.

WowKeren - Terpilihnya Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko dalam KLB Partai Demokrat yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (5/3) lalu, hingga saat ini masih menjadi topik hangat yang dibicarakan. Bahkan baru-baru ini Bupati Lebak sekaligus Ketua DPD Demokrat Banten, Iti Octavia Jayabaya menyatakan siap mengirim santet kepada Moeldoko.

Sayangnya, pernyataan tersebut kini berbuntut panjang lantaran salah satu pendiri Partai Demokrat yang kini berada di barisan Moeldoko, Hencky Luntungan menilai ucapan Iti mengandung tindak pidana. Ia bahkan berencana untuk melaporkan Iti ke kepolisian atas tuduhan ancaman pembunuhan kepada Moeldoko.

Namun, Hencky belum memastikan kapan pelaporan terhadap Iti akan dilakukan. "Ancaman pembunuhan. Iya lah (dilaporkan). Ya nanti kita tinggal tunggu. Selesai ini kan tetap ada jejak digitalnya," ujar Hencky, Senin (8/3).

Menurutnya, pernyataan Iti tetap tidak berubah makna meski Ketua DPD Partai Demokrat Banten itu sudah memberikan klarifikasi. "Ya mau kekesalan atau apapun itu tetap sudah menjadi ranah pidana," katanya.


Hencky berujar, sebagai pejabat publik, terlebih kepala daerah, tidak seharusnya Iti berbicara dengan nuansa mengancam terhadap Moeldoko. "Masak pejabat begitu ngomongnya. Tak usahlah alasan emosional, emosi juga biasa orang wajar-wajar saja. Tapi tak usah bohong, tak usah," tuturnya.

Sebelumnya, Iti telah meluruskan pernyataannya soal santet tersebut. Menurutnya, ucapan soal santet tersebut adalah bentuk luapan emosi dalam menanggapi Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang menunjuk Moeldoko sebagai Ketum Demokrat menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Omongan santet merupakan puncak kekesalan kita DPD Demokrat Banten," jelas Iti, Senin (8/3). "Itu hanya bentuk ancaman kita, tapi tidak ada niatan kita melakukan hal tersebut. Kita merasa kesal dan emosi, karena kudeta KLB Demokrat yang dilakukan oleh Moeldoko."

Lebih lanjut, Iti menerangkan bahwa dirinya tidak mungkin benar-benar mengirim santet untuk Moeldoko. Pasalnya, jika ia benar menyantet Moeldoko maka ibadah yang dijalankannya selama ini akan percuma. Ungkapan Iti tersebut hanya merupakan bukti bahwa Demokrat Banten tetap setiap kepada AHY sebagai Ketum yang sah.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts