Pebulu tangkis RI Marcus Gideon menilai jika masalah di All England ini tak bisa tutup buku begitu saja meski Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah menyampaikan permohonan maafnya.
- Nidya Putri
- Selasa, 23 Maret 2021 - 08:33 WIB
WowKeren - Polemik pemaksaan tim bulu tangkis Indonesia dari turnamen Yonex All England 2021 hingga saat ini masih dibicarakan. Bahkan setelah Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah menyampaikan permintaan maafnya atas peristiwa ini masalah tak bisa selesai begitu saja.
Salah satu pebulu tangkis RI Marcus Gideon menilai jika masalah di All England ini tak bisa tutup buku begitu saja. "Kalau menurut saya, harusnya masalah ini harus diperjelas, ya, kan kita pertandingannya sudah mulai sedikit untuk persiapan mau Olimpiade," kata Marcus saat konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (22/3).
"Takutnya nanti ada apa-apa di jalan, BWF lepas tangan lagi kayak gini dan tinggal kasih surat permintaan maaf aja, beres gitu," sambungnya. "Maksudnya biar ada pertanggungjawabannya gimana gitu, kemarin kan bener-bener terlihat banget ketidakadilannya menurut saya dan menurut teman-teman semua. Jadi, harus diperjelas dan enggak segampang itu tinggal bilang, 'Saya minta maaf, salah', udah beres gitu. Gitu aja, sih."
Sekedar informasi, Marcus Gideon adalah salah satu atlet bulu tangkis Indonesia yang paling lantang bersuara di media sosial saat keputusan tim RI dipaksa mundur dari All England mencuat. Ia mengkritik BWF dan panitia penyelenggara via akun Instagram pribadinya.
Kala itu, rekan tanding Kevin Sanjaya ini mempertanyakan beberapa hal. Mulai dari kenapa tim RI tidak mendapat keadilan untuk dilakukan tes ulang dan malah langsung dikarantina hingga tentang tidak adanya sistem bubble di All England.
Pada akhirnya Marcus Gideon dan kolega bisa pulang lebih awal dari Inggris dan tak perlu menjalani isolasi sampai 23 Maret 2021. Hasil tes mereka di Inggris sebelumnya pun tak ada satu pun yang dinyatakan positif corona.
Sebelumnya, pihak BWF telah mengirimkan permintaan maaf lewat rilisnya kepada Indonesia. Tak tanggung-tanggung, sang Presiden BWF mengalamatkan permintaan maafnya mulai dari kepada Presiden Joko Widodo, Menpora Zainudin Amali, insan bulu tangkis, hingga seluruh lapisan masyarakat Tanah Air.
"Pada intinya BWF merasakan apa yang dialami oleh tim nasional kita atau tim bulu tangkis kita, perasaan sakit hati bahkan frustrasi," kata Amali, dikutip dari Okezone Sport, Senin (22/3). "Demikian dalam kata-katanya."
(wk/nidy)