Keadaan Myanmar Makin Mencekam, Kemlu Sebut Belum Perlu Lakukan Evakuasi WNI
Reuters
Nasional

Keadaan Myanmar semakin tidak terkontrol dan mencekam pasca kudeta. Demonstrasi terkait dengan kudeta yang dilakukan junta militer masih terus berlangsung sampai saat ini, Selasa (23/3).

WowKeren - Kondisi di Myanmar akibat dari banyaknya aksi demo melawan kudeta junta militer semakin tidak terkondisikan. Situasi dan kondisi di Myanmar semakin mencekam. Kondisi tersebut telah mendapatkan banyak perhatian dari beberapa negara dan tokoh seperti Paus Fransiskus serta Presiden Indonesia Joko Widodo.

Meski demikian, Judha Nugraha selaku Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa evakuasi terhadap WNI belum dilakukan. Ia menganggap bahwa evakuasi belum perlu untuk dilakukan meski kini kondisi di Myanmar semakin tidak terkondisikan sejak kudeta berlangsung.

"Saat ini dipandang belum mendesak," ungkap Judha saat dihubungi oleh tim CNNIndonesia.com, Senin (22/3). "Namun Kemlu dan KBRI Yangon telah melakukan langkah-langkah antisipasi jika terjadi eskalasi."

Judha mengatakan jika kedutaan negara asing lainnya di Myanmar belum ada yang melakukan evakuasi besar-besaran bagi warganya. Menurutnya, secara umum kondisi WNI di Myanmar terbilang aman. Ia juga beranggapan bahwa WNI tidak menjadi sasaran di tengah demonstrasi yang terjadi.


Selain itu, Judha menerangkan bahwa KBRI telah memberikan imbauan kepada WNI agar selalu waspada dan tetap berada di rumah jika tidak memiliki keperluan mendesak. KBRI juga telah mengimbau WNI yang tidak memiliki keperluan esensial di Myanmar untuk segera kembali ke Indonesia.

"KBRI telah memberikan imbauan agar WNI selalu waspada, tidak keluar rumah kecuali untuk keperluan mendesak," terang Judha. "Bagi yang tidak memiliki keperluan esensial di Myanmar, disarankan untuk kembali ke Indonesia."

Kementerian Luar negeri RI menyatakan telah mengalihfungsikan Sekolah Indonesia di Yangon, Myanmar sebagai tempat penampungan sementara WNI yang terdampak krisis politik akibat kudeta junta militer. Dalam proses evakuasi WNI ke penampungan, diketahui KBRI menjemput mereka dari lokasi asal masing-masing. "Dalam kasus-kasus tertentu, KBRI juga menjemput para WNI dari lokasi masing-masing ke shelter," pungkas Judha.

Pada akhir pekan lalu, diketahui jalanan di kota Yangon dipadati kendaraan warga. Mereka hendak pergi menuju ke pedesaan yang lebih aman. Selain pergi ke pedesaan, sebagian warga Myanmar di kota Yangon nekat kabur ke luar negeri demi mencari keamanan.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait