PK (25) tega menghabisi nyawa ayahnya sendiri, S (69), dengan cara yang sangat keji. Polisi pun mengusut kasus tersebut termasuk mengungkap alasan di balik aksi jahatnya.
- Elvariza Opita
- Selasa, 23 Maret 2021 - 15:00 WIB
WowKeren - Peristiwa kriminal nan mengejutkan kembali menyita perhatian masyarakat Indonesia pada Selasa (23/3) hari ini. Terjadi pada Senin (22/3), peristiwa kriminal ini dilakukan oleh seorang anak yang tega memenggal hingga mengarak kepala ayahnya.
PK (25) tega membunuh ayah kandungnya sendiri, S (69), pada Senin siang kemarin. Yang menyita perhatian, PK rupanya sempat meminta maaf sebelum menghabisi korbannya.
"Pelaku ini mengaku sempat meminta maaf kepada korban sebelum kejadian," ujar Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edi Qorinas. Pada kesempatan itu, Edi juga membeberkan alasan PK tega menghabisi nyawa ayahnya sendiri dengan begitu keji.
Peristiwa bermula dari korban yang baru pulang dari sawah kemudian didekati pelaku ketika tengah beristirahat di dapur. Saat itulah, tanpa basa-basi PK langsung menebaskan golok ke leher ayahnya sampai putus.
Pelaku kemudian memasukkan kepala korban ke dalam karung dan dibawa keliling kampung. "Sadis itu. Pelaku juga dikatakan sempat menenteng kepala korban keluar rumah," tutur Edi, dikutip dari Kompas Regional.
Usut punya usut, PK nekat membunuh ayahnya karena merasa mau disantet usai tak diizinkan menikah. "Dia ngakunya nggak diizinkan menikah oleh orangtuanya dan merasa mau disantet," ujar Edi.
Namun jawaban ini pun sepertinya masih akan ditelusuri lebih jauh karena ketika diperiksa, sang pelaku selalu memberikan keterangan yang cukup berputar-putar dan tidak jelas. "Jawabannya (pelaku) tidak jelas," kata Edi.
Malah kini beredar informasi bahwa pelaku merupakan orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ). "Info dari masyarakat juga bilang pelaku ini mengalami gangguan jiwa. Rencana siang ini mau kami bawa ke RSJ untuk diobservasi," pungkas Edi.
Sedangkan pada waktu yang hampir bersamaan, publik juga sempat dibuat heboh dengan temuan potongan kaki yang jatuh menimpa lapak pedagang kaki lima di Kuningan, Jakarta Selatan. Belakangan potongan tubuh yang lain dari korban tersebut ditemukan tak jauh dari lokasi. Penyelidikan pun dikembangkan dan polisi menduga peristiwa ini adalah aksi bunuh diri.
(wk/elva)