Masuk RI, Varian Corona N439K Asal Skotlandia Disebut Sudah Capai 141 Kasus
Unsplash/ Fusion Medical Animation
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebelumnya telah meminta publik untuk mewaspadai varian baru virus corona N439K karena varian tersebut sudah menyebar ke 30 negara.

WowKeren - Sejumlah varian virus corona baru hasil mutasi kini mulai ditemukan di Indonesia. Salah satunya adalah varian N439K yang pertama kali ditemukan di Skotlandia dan disebut lebih "pintar" dari varian sebelumnya.

Varian tersebut telah terdeteksi di Indonesia sejak November 2020 lalu. Menurut Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio, hingga kini sudah ada 141 kasus varian N439K di Tanah Air.

"N369K di Indonesia sejak November, sekarang kalau saya lihat itu ada sekitar 141 kasus terakhir, ya," jelas Amin kepada Kumparan, Selasa (22/3). "Kalau N369K itu memang cenderung bertambah sih, tapi kan itu belum jadi sorotan."

Adapun ratusan kasus varian baru tersebut ditemukan melalui kajian whole genome sequencing (WGS) dari sekitar 700-800 isolat yang dipelajari. Amin menilai jumlah tersebut masih sangat sedikit dan menargetkan lebih banyak sekuens untuk mendeteksi dan mempelajari perkembangan varian N439K.


"Itu kan baru sebagian kecil yang harusnya dideteksi di Indonesia. Jadi kalau kita perhatikan yang PCR-nya positif itu kan cukup banyak, tapi yang disekuens baru 800," papar Amin. "Target kita tahun ini, kita bisa melakukan sekuens antara 5-10 ribu WGS lagi."

Sebelumnya, Amin sempat menyuarakan kekhawatirannya terkait varian N439K dapat mempengaruhi efektivitas vaksin corona yang saat ini sudah beredar. Pasalnya, tutur Amin, studi menunjukkan bahwa N439K bisa lebih menginfeksi seseorang dan juga memiliki daya ikat ke reseptor yang lebih besar.

"Dikhawatirkan dia bisa resisten terhadap antibodi yang menetralisasi," pungkas Amin. "Sehingga dikhawatirkan juga mempengaruhi hasil vaksinasi."

Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah meminta publik untuk mewaspadai varian N439K karena sudah menyebar ke 30 negara. Kendati demikian, untuk bisa melawan virus yang lebih "mengerikan" ini ternyata bisa dengan menggunakan masker sesuai standar. Bahkan penggunaan masker dengan baik dan benar bisa menurunkan risiko tertular serta menularkan COVID-19 sampai 90 persen.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts