Polisi Jaga Ketat Di 333 Titik, Pastikan Warga Yang Langgar Larangan Mudik 2021 Tak Akan Lolos
commons.wikimedia.org/Coris
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Lebaran 2021 yang akan berlangsung di tengah pandemi COVID-19, mengharuskan pemerintah Indonesia untuk mengeluarkan kebijakan larangan mudik. Hal itu dilakukan untuk menekan angka persebaran COVID-19.

WowKeren - Umat Islam di dunia saat ini tengah melaksanakan ibadah puasa Ramadan, tak terkecuali di Indonesia. Masyarakat Indonesia mempunyai kebiasaan mudik pada saat lebaran. Namun pada lebaran 2021, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik.

Menanggapi kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, Irjen Istiono selaku Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri mengatakan bahwa polisi akan bersiaga di 333 titik. Hal ini dilakukannya untuk mencegah adanya warga yang "nakal" dan nekat untuk mudik.

Istiono menjamin tidak akan ada warga "nakal" yang lolos dari penyekatan kepolisian saat melakukan mudik lebaran nanti baik yang menggunakan jalur utama maupun melalui jalur tikus dan travel ilegal. "Masalah mudik, mudik sudah kami siapkan 333 titik, saya jamin tidak akan bisa lolos," ujar Istiono di Daan Mogot, Jakarta, Selasa (13/4).

Istiono menyebut bahwa pihak kepolisian telah melakukan penyekatan di setiap jalur mudik dengan mendirikan pos. Bahkan ia juga mengklaim telah menyekat jalan-jalan tikus.


"Jalan tikus mau yang lebih dari tikus pun akan kami hadang, maupun dari Jakarta menuju Jawa," bebernya. "Jakarta menuju Sumatra sudah kami sekat, yaitu pos penyekatan sudah kami bangun, mulai besok sudah saya supervisi, saya tempatkan titiknya di mana."

Istiono menyampaikan biasanya di wilayah Jawa Barat ada beberapa jalur yang harus diantisipasi yakni utara, tengah, selatan. Ia menyebutkan ada banyak jalur tikus di wilayah tersebut. "Itu banyak jalur tikus termasuk pecahannya itu lagi," terang Istiono.

Istiono mengungkapkan bahwa jumlah titik yang dipantau pada lebaran 2021 lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 146 titik. Hal itu dilakukan untuk benar-benar menekan angka persebaran COVID-19.

"Ini tak main-main penyebaran COVID-19, ini tak main-main, semuanya kami perketat," imbuhnya. "Oleh karena itu tahun 2021 kami tambah, tahun lalu hanya 146, sekarang 333, jadi lebih kami perketat lagi."

Lebih lanjut, Istiono juga menginstruksikan aparat kepolisian untuk menindak travel gelap yang membawa penumpang untuk tujuan mudik. "Jangan main-main, travel yang gelap akan saya tindak," tutup Istiono.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts