Jakarta Masuk 20 Besar Kota Termahal Dunia, Ternyata Gara-Gara Sepeda?
Unsplash/Yulia Agnis
Nasional

DKI Jakarta ada di peringkat 20 dari 25 kota termahal di dunia. Anggota DPRD DKI Gilbert Simanjuntak hingga Wagub Ahmad Riza Patria pun angkat bicara perihal peringkat ini.

WowKeren - Belum lama ini DKI Jakarta dinobatkan menjadi salah satu kota termahal di dunia oleh Julius Baer's Global Wealth and Lifestyle Report 2021. Jakarta berada di urutan ke-20, bahkan mengalahkan Vancouver hingga Johannesburg.

Peringkat yang cukup tak biasa ini sendiri dianggap sebagai alarm bagi Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak. Gilbert menilai Jakarta tak lagi cocok ditinggali kalangan dengan ekonomi rendah, padahal nyatanya saat ini situasi tersebut belum terjadi di Ibu Kota.

Yang tak disangka, ternyata salah satu penyebabnya adalah aset dan barang mewah yang dimiliki masyarakat Ibu Kota. Bahkan menurut Gilbert, sepeda yang harganya sampai Rp80 jutaan saja habis diborong masyarakat Ibu Kota sehingga meningkatkan indeks aset Jakarta.

"Jakarta kota termahal berarti sudah tidak layak untuk ditinggali orang miskin. Indikator yang digunakan survei tersebut, antara lain sepeda yang dinilai sebagai barang mahal," ujar Gilbert, dilansir dari Kumparan, Rabu (14/4). "Bisa dimaklumi kalau Jakarta masuk karena sepeda laku keras dan habis di pasaran termasuk sepeda harga Rp80 jutaan."


Peringkat ini juga secara tidak langsung menunjukkan kesenjangan di Ibu Kota. "Hasil ini menunjukkan bahwa koefisien Gini ratio (kesenjangan) DKI 0.4 yang meningkat dari tahun lalu," papar Gilbert.

"Memang sesuai kenyataan dan sesuai dengan hasil survei karena sebenarnya lebih banyak warga miskin daripada kaya di DKI," imbuhnya. "Tetapi mereka tidak terpotret/mengalami dilusi (pengenceran) karena belanja orang kaya ini."

Lantas apa kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atas peringkat ini? Rupanya politikus Gerindra itu merasa heran mengapa Ibu Kota bisa masuk dalam kategori kota termahal di dunia.

"Saya baru dengar, nanti saya cek. Setahu saya kota-kota termahal, mohon maaf di London," kata Ariza di Balai Kota DKI, Selasa (13/4). "Kalau Jakarta mahal, saya baru dengar, nanti saya cek."

Ariza menekankan perlunya data komprehensif untuk membuktikan peringkat tersebut. Kendati demikian, Ariza menekankan bahwa Ibu Kota masih sangat layak untuk dihuni sesuai dengan kemampuan hidup penduduknya. "Harga-harga terjangkau dengan baik, tidak ada yang mahal di Jakarta, semua sesuai kemampuan kita," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts