TKI Diduga Jadi Korban Pemerasan 'Oknum' Saat Jalani Isolasi Mandiri Di Wisma Atlet Pademangan
Unsplash/Levi Meir Clancy
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Para TKI/WNI yang bekerja di luar negeri diizinkan untuk pulang ke Indonesia saat pandemi COVID-19 dengan syarat isolasi mandiri terlebih dahulu di tempat yang telah ditentukan pemerintah, salah satunya Wisma Atlet Pandemangan.

WowKeren - Sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Warga Negeri Indonesia (WNI) yang bekerja di luar negeri telah kembali pulang ke Indonesia. Hal ini pasti terjadi di setiap tahun menjelang lebaran. Akan tetapi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini setiap WNI yang sampai di Indonesia diwajibkan untuk menjalani karantina atau isolasi mandiri terlebih dahulu.

Sebelumnya, telah dikeluarkan izin bagi WNI/TKI yang berada di luar negeri untuk kembali ke Indonesia dengan syarat melakukan isolasi mandiri terlebih dahulu di tempat yang sudah disediakan, salah satunya Wisma Atlet Pademangan. Namun, hal itu dimanfaatkan oleh "oknum" tidak bertanggung jawab.

Sejumlah TKI diduga menjadi korban pemerasan oknum setelah menjalani isolasi mandiri di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara. Merasa tak terima, aksi tersebut dikeluhkan mereka ke pemerintah.

M Arifin selaku Komandan Lapangan sekaligus Humas RSDC Wisma Atlet Kemayoran Letkol Laut menyebut bahwa aksi pemerasan tersebut dilakukan oleh pihak eksternal yakni travel yang biasa beroperasi di Jalan Benyamin Sueb. Ia menerangkan bahwa aksi tersebut tidak ada kaitannya dengan pihak Wisma Atlet.


"Memang sudah lama kasus seperti ini terjadi, tapi itu dilakukan oleh pihak travel eksternal yang tidak ada sangkut pautnya dengan kami," ujar Arifin saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia. "Apalagi saya bertugas mengobati pasien di Wisma Atlet Kemayoran bukan di Pademangan."

Menurut Arifin, modus aksi tersebut adalah adanya ketidaksesuaian tarif. "Banyak yang kadang saat hendak pulang (setelah isolasi mandiri) di perjanjian awal ongkos naik travel itu misalnya sebesar Rp 300 ribu, ternyata saat di jalan mereka minta lebih dari itu, ini kelakuan travel-travel nakal," terangnya.

Sebelumnya, telah beredar isu pemerasan terhadap TKI yang menjalani isolasi mandiri di RS COVID-19 Wisma Atlet Jakarta yang disampaikan oleh Ketua Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani. Benny mengatakan bahwa pihaknya akan bekerjasama dengan Marsekal Hadi Tjahjanto selaku Panglima TNI agar RS Wisma Atlet tidak disalahgunakan "oknum".

"Saya akan segera berkoordinasi dengan Panglima TNI agar Wisma Atlet benar-benar menjadi tempat penampungan untuk karantina dan tidak digunakan untuk hal lain yang disalahgunakan oleh 'oknum' tertentu," ujar Benny di Balai Kota Jakarta, Rabu (14/4). "Untuk melakukan pemalakkan pada pekerja migran Indonesia".

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts