Kapal selam KRI Nanggala-402 telah dinyatakan tenggelam dan ke-53 awak kapal gugur pada Minggu (25/4). Hal itu membuat segenap bangsa merasa sedih, salah satunya Ketua Komisi Dakwah MUI.
- Wahyu
- Senin, 26 April 2021 - 16:52 WIB
WowKeren - Kapal selam milik TNI AL KRI Nanggala-402 telah dinyatakan tenggelam dan ke-53 awak gugur. Gugurnya para awak kapal selam tersebut tentunya membawa duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Sejumlah pihak diketahui turut merasakan sedih dan prihatin kepada keluarga awak kapal yang gugur. Salah satunya adalah Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis menyampaikan belasungkawa dan turut berduka atas kepergian awak kapal tersebut.
"Saya turut berduka cita dan mendoakan kpd 53 kesantria KRI Nanggala 402," tulis Cholil di akun Twitter, @cholilnafis, Senin (26/4). "Mudah-mudahan diampuni semua dosanya, dimasukkan ke surga-Nya dan dikuatkan keluarganya yang ditinggalkan."
Selain itu, Cholil juga menawarkan beasiswa kepada anak-anak awak kapal untuk bisa bersekolah di pondok pesantren asuhannya. Melalui akun Twitter pribadinya @cholilnafis, ia menyatakan siap untuk memberikan beasiswa di Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat. "Saya sebagai pengasuh siap memberi beasiswa kepada putra-putri Ksatria KRI Nanggala 402 untuk mondok di @pesantrencendekiamanah Depok," ujarnya.
Menurut Cholil, pemberian beasiswa tersebut sebagai bentuk penghormatan dari warga pondok pesantren asuhannya itu. "Inilah bentuk penghormatan kami warga pesantren kepada pahlawan penjaga NKRI yang gugur saat bertugas," tandas Cholil.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo telah memastikan bahwa pemerintah akan membiayai pendidikan dari anak-anak awak kapal yang gugur saat menjalani latihan torpedo di perairan utara Bali. Jokowi menyampaikan jika hal tersebut diberikan sebagai tanda hormat dan apresiasi untuk mereka.
Selain itu, ada juga beberapa tokoh yang turut menawarkan beasiswa atau biaya pendidikan untuk anak-anak para awak kapal tersebut seperti pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Hotman Paris diketahui ingin membiayai pendidikan dari salah satu anak awak kapal yakni Lettu Imam Adi. Hal itu dikarenakan Hotman merasa sedih saat mengetahui anaknya memiliki firasat buruk mengenai ayahnya.
Sedangkan Prabowo melalui Juru Bicara (Jubir) Menhan menyampaikan bahwa akan memberikan beasiswa sampai jenjang strata 1 kepada anak-anak dari para awak kapal. Banyaknya bantuan terhadap keluarga para awak kapal tersebut menunjukkan betapa sedihnya segenap bangsa atas kepergian mereka.
(wk/wahy)