Menurut anggota Komisi I DPR RI Sukamta, kompensasi kesejahteraan awak KRI Nanggala-402 di situasi normal masih terbilang tidak layak. Namun ia tidak menjelaskan secara rinci berapa besaran kompensasi kesejahteraan yang diterima awak kapal.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 27 April 2021 - 13:18 WIB
WowKeren - Indonesia tengah berduka atas tragedi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali. Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, lantas membahas kesejahteraan awak kapal di Indonesia.
Menurut Sukamta, kompensasi kesejahteraan awak kapal selam KRI Nanggala-402 di situasi normal masih terbilang tidak layak. Sukamta menyebut bahwa kompensasi perjalanan yang mereka terima per harinya bahkan tidak cukup untuk digunakan naik ojek.
"Misalnya awak kapal kita yang berlayar seperti Nanggala yang kita semua berduka ini kalau dilihat dari kompensasi kesejahteraannya dalam keadaan normal, itu menurut saya tidak layak sebenarnya," jelas Sukamta dalam wawancara di CNN Indonesia TV, Senin (26/4). "Kompensasi perjalanan itu per harinya masih untuk naik ojek ke kantor itu enggak cukup gitu lho."
Meski demikian, ia tidak menjelaskan secara rinci berapa besaran kompensasi kesejahteraan yang diterima awak kapal dan jumlah idealnya. Menurut Sukamta, ketidaklayakan tersebut adalah imbas dari penyatuan anggaran untuk alutsista dan kesejahteraan. Oleh sebab itu, pemerintah dinilai harus memisahkan kedua anggaran tersebut.
Sementara itu, anggaran untuk alutsista sendiri dinilai Sukamta perlu ditambah. Meski pengadaan dan pemeliharaan alutsista membutuhkan anggaran yang besar, Sukamta menilai jangan sampai kebutuhan tersebut mengorbankan kesejahteraan awak kapal.
"Nah kesejahteraan prajurit ini tidak boleh dikorbankan untuk belanja perlengkapan alutsista karena kesejahteraan ini harus terus didorong ya," jelas Sukamta. "Untuk belanja alutsista itu harus dengan sebuah kebijakan untuk menambah anggaran bukan diambilkan dari porsi yang ada. Kalau selama ini kan cukup enggak cukup pokoknya sekian silakan dibagi-bagi sendiri, sehingga teman-teman TNI ini kesulitan untuk membagi antara kesejahteraan atau alutsista."
Adapun tragedi tenggelamnya KRI Nanggala-402 membuat banyak pihak menyoroti anggaran terkait pengadaan dan pemeliharaan alutsista. Sebagai informasi, TNI mendapatkan anggaran sebesar Rp 137,2 triliun dari Kementerian Pertahanan di tahun 2021.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto disebut akan berkontribusi bagi masa depan putra-putri dari para prajurit yang gugur di tragedi ini. Yakni dengan memberikan beasiswa sampai jenjang universitas kepada keluarga para prajurit yang telah gugur itu.
(wk/Bert)