Diduga Ada Monopoli Impor Daging, Begini Tanggapan Direktur Bulog
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional

Harga daging di pasaran diketahui tidak mengalami penurunan yang signifikan, hal ini memunculkan adanya dugaan monopoli daging. Menanggapi hal tersebut, Direktur Bulog pun buka suara.

WowKeren - Harga daging kerbau saat Hari Raya Idul Fitri 2021 diketahui tidak mengalami penurunan yang signifikan. Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso pun angkat bicara.

Buwas sapaan akrabnya mengatakan bahwa perusahaan mendapat penugasan untuk mengimpor daging kerbau dari pemerintah guna memenuhi kebutuhan pada lebaran 2021. Kuota impor daging yang telah direalisasikan adalah sebanyak 13 ribu ton.

Buwas menjelaskan bahwa impor daging kerbau mengalami sedikit keterlambatan akibat penguncian wilayah atau lock down dan berkembangnya mutasi COVID-19 di India. Alhasil impor daging kerbau tidak bisa dilakukan secara maksimal.

"Kenapa ini baru terlaksana karena memang dimulai ada lock down di sana dan perkembangan COVID-19 di India," terang Buwas, Selasa (18/5). "Sehingga menghentikan rencana impor kita sementara sambil kita melihat situasi."

Sementara untuk dugaan monopoli impor daging kerbau, Buwas membeberkan bahwa Bulog bukan satu-satunya perusahaan yang mengajukan izin impor. Kendati demikian, hanya Bulog yang telah menandatangani kontrak dan memberikan jaminan.


Langkah tersebut diambil oleh Bulog untuk menghindari kelebihan impor daging kerbau seperti yang terjadi di tahun 2018. Pada kasus tersebut, Bulog terpaksa harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp309 miliar untuk menyewa cold storage.

"Itu yang sudah kontrak sama kami dan siap membelinya pasti, banyak yang minta (izin impor) tapi tidak memberikan jaminan," papar Buwas. "Di 2018, Bulog terpaksa harus keluarkan sewa cold storage senilai Rp309 miliar, tahun ini kita menghindari itu."

Buwas mengaku saat menjelang lebaran kemarin, telah melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga kebutuhan daging. Saat menggelar operas pasar, Bulog menjual daging kerbau seharga Rp80 ribu per kilogram dan daging sapi Rp90 ribu per kilogram.

Akan tetapi, dikarenakan adanya keterbatasan persediaan daging merah pada Bulog, membuat harga secara umum tidak turun signifikan. Terlebih lagi, masyarakat lebih menyukai daging sapi daripada daging kerbau.

"Penyaluran kita lewat operasi pasar, bukan hanya daging kerbau tapi daging sapi juga dilakukan, kita jual langsung ke konsumen," tutup Buwas. "Karena keterbatasan Bulog, dampaknya tidak signifikan ke penurunan harga daging."

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts